Tegal (ANTARA) - Pemerintah Kota Tegal, Jawa Tengah, terus mendukung program Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden terutama terkait dengan pemantapan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau dan ekonomi baru.
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriono di Tegal, Sabtu, mengatakan bahwa pihaknya mendukung Asta Cita salah satunya melalui swasembada pangan.
"Bagaimana Kota Tegal mendukung Asta Cita salah satunya swasembada pangan. Meski Kota Tegal karakteristiknya berbeda, lahan pertanian terbatas, jadi secara kuantitas produk pertanian bila diadu dengan daerah lain tidak terlihat," katanya.
Ia yang didampingi Sekretaris Daerah Kota Tegal Agus Dwi Sulistyantono mengatakan kalau produksi pertanian wilayah 512 wilayah se-Indonesia mungkin Kota Tegal menduduki peringkat 500-an namun hal ini tidak menyurutkan untuk berkontribusi dalam Asta Cita dalam hal swasembada pangan.
Ketua Kelompok Substansi Penyelenggaraan dan Kerja sama Kementerian Pertanian Republik Indonesia Rina Yulianti menyampaikan bahwa pencapaian swasembada nasional yang dalam hal ini masuk dalam Asta Cita dari Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Kami merasa bangga sekaligus memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para penyuluh pertanian di Kota Tegal yang telah mampu berinovasi melalui kompos Bahari Laka Tunggale," katanya.
Ia berharap kolaborasi ini bisa terus membuahkan hasil yang nyata yang salah satunya adalah keberhasilan Demplot Padi Anorganik Budidaya Ekologi.
Selain itu, ia menyampaikan terima kasih kepada para penyuluh yang tetap semangat menggapai prestasi dengan inovasi lainnya yang terus dihasilkan dan bisa memberikan inspirasi ataupun motivasi lainnya kepada para penyuluh yang tersebar di seluruh Indonesia.
"Keberhasilan ini bukan akhir dari segalanya namun tentunya merupakan langkah awal untuk upaya-upaya yang terus ditingkatkan. Saya berharap para penyuluh pertanian semakin profesional, handal, dan inovatif dalam mendampingi rekan-rekan petani untuk memajukan pertanian Indonesia yang tangguh dan berkelanjutan," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Pertanian, dan Pangan Kota Tegal Sirat Mardanus menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan inisiatif penyuluh pertanian lapangan.
"Demplot (Demonstrasi Plot) adalah metoda penyuluhan pertanian dimana lahan percontohan dibuat untuk menunjukkan dan memperkenalkan teknologi pertanian baru atau praktek pertanian yang lebih baik kepada petani," katanya.

