Solo (ANTARA) - Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan alumnus Universitas Islam Madinah (UIM), Arab Saudi membahas kolaborasi tafsir dan hadis dalam rangka internasionalisasi Pendidikan Islam.
Pada kunjungannya ke Kampus UMS Solo, Jawa Tengah, Selasa, para akademisi UIM menyampaikan ketertarikan untuk menjalin kolaborasi akademik dengan Prodi IQT, khususnya dalam bidang tafsir, hadis, dan dirasat islamiyah.
Kolaborasi ini meliputi berbagai skema kerja sama ilmiah seperti publikasi bersama, kuliah tamu, hingga pengembangan kurikulum berbasis internasional.
“Kami menyambut positif kunjungan ini sebagai bagian dari upaya menuju Prodi yang unggul dan bereputasi internasional,” kata Ketua Program Studi IQT UMS, Dr. Kharis Nugroho, Lc., M.Ud.
Kharis mengatakan kunjungan ini merupakan bagian dari langkah strategis Prodi IQT untuk memperkuat jaringan akademik global. Poin penting yang dibahas dalam pertemuan tersebut antara lain adalah pertukaran pemikiran dalam penguatan kualitas Pendidikan Islam, pelatihan metodologi pengajaran khas Timur Tengah, serta pembentukan forum kajian bersama.
Para tamu juga menawarkan peluang joint teaching dan program visiting scholar.
Rombongan akademisi dari UIM yang hadir adalah Dr. Ahmad Saleh al-Naqib (ketua rombongan), Dr. Yaser Saleh Mahfoudh Bakhbazy, Dr. Samir bin Yusuf, dan Syaikh Samih al-Yamani. Mereka merupakan pakar dalam studi Al-Qur’an dan memiliki pengalaman panjang di bidang pendidikan Islam internasional.
Dari pihak UMS, pertemuan ini dihadiri oleh Kaprodi IQT Dr. Kharis Nugroho, Dosen PAI dan Direktur Ma’had Abu Bakar UMS
Dr. Hakimuddin Salim, M.A., serta Dosen Prodi IQT Asrizal Mustofa, Lc., M.A. Diskusi berlangsung intensif dan menghasilkan beberapa rencana konkret untuk ditindaklanjuti.
“Meskipun ini merupakan kunjungan resmi pertama tim dari UIM ke Prodi IQT, sebelumnya sudah pernah dilakukan komunikasi individu sebagai prolog kerja sama,” kata Kharis.
Ia mengatakan kemitraan dengan institusi Islam ternama seperti UIM sangat relevan dalam mendorong mutu pendidikan dan rekognisi internasional Prodi IQT. Ia menjelaskan jejaring global seperti itu dapat menjadi akselerator penting bagi pencapaian visi institusi.
Sebagai tindak lanjut, Prodi IQT UMS akan menyusun dokumen usulan kerja sama resmi untuk disampaikan kepada universitas. Skema kerja sama yang diajukan akan disesuaikan dengan regulasi institusional UMS, agar implementasinya dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Kunjungan tersebut menandai babak baru dalam penguatan jejaring global Prodi IQT UMS. Pihaknya berharap kolaborasi internasional ini akan berdampak positif pada peningkatan kualitas pendidikan, pengajaran, dan penelitian di bidang studi Al-Qur’an dan Tafsir.

