
Wakil Ketua DPRD minta pemda mitigasi potensi gelombang tinggi pesisir selatan

Semarang (ANTARA) - Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah meminta pemerintah daerah di wilayah pesisir selatan provinsi ini untuk menyiapkan upaya mitigasi terhadap potensi gelombang tinggi.
"Warga di pesisir selatan, khususnya yang terlibat dalam aktivitas kelautan, harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi," kata Sarif di Semarang, Kamis.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan tinggi gelombang perairan selatan Jawa Tengah, seperti Cilacap, Kebumen, dan Purworejo berpotensi mencapai 2,5 meter hingga 4 meter. Gelombang tinggi ini diprediksi akan berlangsung hingga 20 Juli 2025.
Oleh karena itu, lanjut dia, pemda diminta untuk menyampaikan imbauan agar masyarakat yang beraktivitas di sekitar perairan pesisir selatan agar lebih waspada dan berhati-hati.
"Keselamatan tetap yang utama. Kurangi risiko yang akan merugikan," kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.
Dari pengalaman yang pernah dialami, menurut dia, cuaca ekstrim di pesisir selatan banyak menimbulkan kerugian, seperti kerusakan bangunan maupun infrastruktur yang berada di tepi pantai.
"Termasuk kerusakan kapal-kapal nelayan, bahkan korban manusia," kata legislator dari daerah pemilihan Cilacap dan Banyumas itu.
Ia juga menyebut kemungkinan dampak cuaca ekstrim terhadap sektor pariwisata.

Oleh karena itu, lanjut dia, salah satu upaya mitigasi yang bisa dilakukan yakni dengan panduan atau instruksi tambahan mengenai langkah-langkah keselamatan bagi masyarakat lokal.
"Termasuk menyiapkan rencana darurat dan memastikan bahwa informasi cuaca terkini selalu tersedia bagi masyarakat," tambahnya.
Ia juga mengusulkan agar berbagai kegiatan pariwisata yang berhubungan dengan aktivitas di perairan disesuaikan kembali waktunya dengan prakiraan terjadinya cuaca ekstrim
Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
