
Aplikasi Lelang Agro karya dosen Unsoed permudah petani cabai Purworejo lawan tengkulak

Sistem ini membuat transaksi lebih efisien, aman, dan transparan
Purwokerto (ANTARA) - Inovasi aplikasi Lelang Agro hasil penelitian dosen Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto membantu petani cabai di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, meningkatkan efisiensi pemasaran dan menekan ketergantungan pada tengkulak.
Ketua tim peneliti, Dr Rer nat Ir Djeimy Kusnaman MSc mengatakan aplikasi tersebut telah dikembangkan melalui penelitian mendalam dengan metode analisis kebutuhan petani di Desa Wonoroto, Kecamatan Ngombol, sejak tiga tahun lalu.
"Aplikasi ini kini sudah digunakan kelompok tani di Wonoroto, dengan sekitar 40 akun pembeli terdaftar. Ini membuktikan respons positif dari pengguna," katanya di sela peluncuran aplikasi di Bangsal Lelang Hortikultura Guyub Rukun, Desa Wonoroto, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, Kamis (3/7).
Tim peneliti Lelang Agro terdiri atas dosen Fakultas Pertanian Unsoed Dr Dindy Darmawati Putri SP MP dan Indah Setiawati SP MP serta dosen Fakultas Teknik Unsoed Hari Siswantoro ST MT PhD, Ir Nofiyati SKom MKom, dan Mohammad Irham Akbar SKom MCs.
Baca juga: Pakar Unsoed yakin pemerintah mampu kendalikan kenaikan harga beras
Peluncuran aplikasi ini bekerja sama dengan pengelola Bangsal Lelang Guyub Rukun, dan dihadiri oleh Pemerintah Desa Wonoroto, Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Ngombol, Dinas Perdagangan Kabupaten Purworejo, pedagang, petani, serta mahasiswa Unsoed.
Lebih lanjut, Djeimy menjelaskan aplikasi Lelang Agro mampu mempercepat proses transaksi lelang, menekan biaya operasional, dan memberikan harga jual yang lebih kompetitif bagi petani.
Menurut dia, penelitian tersebut mendapat dukungan pendanaan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui skema Reset Indonesia, untuk mendorong inovasi berbasis kebutuhan masyarakat.
Saat membuka sosialisasi aplikasi, dosen Agribisnis Unsoed Indah Setiawati menegaskan pentingnya teknologi digital untuk memperkuat posisi tawar petani.
"Melalui aplikasi ini, petani bisa langsung menjual hasil panennya secara transparan tanpa melalui tengkulak," katanya.
Dosen Fakultas Teknik Unsoed yang juga pemateri utama, Mohammad Irham Akbar menjelaskan aplikasi tersebut memiliki fitur pendaftaran daring bagi pembeli, mengikuti lelang, serta menentukan harga tanpa perlu datang ke lokasi.
"Sistem ini membuat transaksi lebih efisien, aman, dan transparan," katanya.
Koordinator Bangsal Lelang Guyub Rukun Jarno mengatakan penggunaan aplikasi tersebut mampu memangkas waktu dan biaya operasional hingga 10 persen.
"Kami tidak perlu lagi menghubungi pembeli satu per satu lewat WhatsApp. Proses jauh lebih praktis," katanya.
Keberhasilan Lelang Agro dinilai menjadi bukti sinergi akademisi dan masyarakat dapat menghasilkan inovasi digital yang bermanfaat langsung bagi kesejahteraan petani.
Tim peneliti berharap aplikasi ini dapat dikembangkan pula untuk komoditas pertanian lain di masa depan.
Baca juga: Pakar hukum Unsoed harapkan Polri benar-benar hadir untuk masyarakat
Baca juga: Unsoed gelar Job Fair 2025, hadirkan Bank Indonesia hingga BRIN
Pewarta: KSM
Editor:
Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
