Solo (ANTARA) - Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) berkomitmen memperkuat pembinaan pada olahraga basket.
Ketua Perbasi Solo Bagus Andriaan John di sela persiapan Kejurkot 2025 di Solo, Jawa Tengah, Selasa mengatakan pada pertengahan tahun ini, ada tiga klub baru resmi bergabung sebagai anggota, yakni Puma Reborn, Saroja Basketball Club, dan Next Leven Basketball Club.
Dengan penambahan tersebut, saat ini total klub anggota Perbasi Solo mencapai sebelas klub.
Ia mengatakan penambahan tersebut merupakan bagian dari rencana jangka panjang organisasi.
“Penambahan ini sudah ada dalam blueprint kami. Perbasi Solo punya rencana kerja sepuluh tahun dan di tahun ketiga ini memang kami buka kesempatan luas bagi komunitas basket untuk membentuk klub resmi dengan AD/ART dan program pembinaan yang jelas,” katanya.
Ia mengatakan seluruh klub anggota Perbasi yang baru bergabung diwajibkan memiliki sistem pembinaan usia dini dari KU-8 hingga KU-16. Ini dilakukan sebagai bentuk komitmen terhadap pengembangan bakat muda.
Selain itu, pihaknya juga menekankan pentingnya pengembangan perangkat pertandingan.
“Kami minta setiap klub menyiapkan dua talenta terbaik untuk kami latih menjadi referee (wasit). Ini bagian dari pembenahan sistem, karena di liga profesional saat ini isu utamanya adalah kurangnya kaderisasi wasit dari level bawah. Maka kami tangani dari akar, dan semua pelatihan serta akomodasi ditanggung oleh Perbasi,” katanya.
Ia mengatakan perkembangan tersebut menjadi pondasi bagi pelaksanaan Kejuaraan Kota (Kejurkot) Solo 2025 yang akan segera digelar. Rencananya, Kejurkot tahun ini dibagi menjadi dua sesi, yakni pertengahan dan akhir tahun.
Kejuaraan tersebut akan melibatkan lebih dari 40 tim dari seluruh kelompok umur yang dikelola klub-klub anggota Perbasi Solo.
“Sistem liga akan tetap kami terapkan dari KU-8, 10, 12, 14, 16 hingga KU-18. Kemudian ada kelompok lanjutan hingga KU-23, KU-30, KU-40 bahkan KU-50,” katanya.
Untuk venue yang dipakai, di antaranya GOR Sritex Arena, GOR Manahan, GOR Kalam Kudus, GOR Mikael, GOR UNS, dan GOR Hatta.
Ia berharap dengan pembinaan dan kompetisi berkelanjutan, ekosistem bola basket di Solo akan maju dan melahirkan atlet berkualitas hingga level nasional.

