Logo Header Antaranews Jateng

WHC- BI Jateng perkuat literasi halal

Selasa, 27 Mei 2025 15:42 WIB
Image Print
Walisongo Halal Center (WHC) menggandeng Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Jawa Tengah memperkuat literasi halal ke masyarakat melalui sebuah kegiatan bertema "Akselerasi Ekosistem Halal dan Keuangan Syariah" yang digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. (HO-WHC)

Semarang (ANTARA) - Walisongo Halal Center (WHC) menggandeng Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Jawa Tengah memperkuat literasi halal ke masyarakat melalui sebuah kegiatan bertema "Akselerasi Ekosistem Halal dan Keuangan Syariah" yang digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang.

Sejumlah pihak hadir ikut membahas pentingnya membangun ekosistem halal yang terintegrasi, berkelanjutan, dan inklusif, baik bagi pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat luas. Rektor UIN Walisongo Prof Dr H A Nizar M Ag menegaskan komitmen UIN Walisongo dalam mendorong penguatan industri halal.

“UIN Walisongo sebagai perguruan tinggi keagamaan berkontribusi dalam pengembangan industri halal. WHC adalah lembaga unggul dan profesional dalam hal ini, yang memperkuat ekosistem halal secara menyeluruh,” ujarnya.

Menurutnya, ekosistem halal adalah sistem yang melibatkan sinergi antara pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan pelaku industri dengan empat komponen utama: produk barang dan jasa, infrastruktur pendukung, SDM yang memahami prosedur halal, serta dukungan regulasi dan insentif dari pemerintah.

Wakil Kepala BPJPH Afriansyah Noor dalam sesi panel mengungkapkan adanya temuan produk makanan yang mengandung bahan haram akibat perubahan kandungan oleh pelaku usaha.

“Dari 9 produk yang kami cek ulang, 2 di antaranya mengandung porcine atau gelatin babi. Ini bukti bahwa sertifikasi halal seumur hidup perlu dievaluasi,” tegasnya. Ia juga mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk lebih aktif dalam memahami pentingnya sertifikasi halal demi menjaga kepercayaan konsumen.

“Lewat edukasi dan seminar seperti ini, kita bantu pemerintah menyosialisasikan pentingnya halal,” tambahnya.
Kepala Divisi Implementasi KEKDA Bank Indonesia KPw Jawa Tengah Ambawani Restu Widi menyatakan bahwa meski Indonesia merupakan negara Muslim terbesar dan negara dermawan nomor satu di dunia, tingkat literasi halal nasional masih di bawah 50 persen.

“Bank Indonesia berkomitmen mendukung zona halal. Kami sudah bersinergi dalam berbagai program dan mendorong komoditas seperti fesyen dan kayu untuk bersertifikat halal agar bisa menembus pasar ekspor,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur WHC, Dr. Malikhatul Hidayah, menyampaikan bahwa literasi halal yang ditanamkan sejak dini akan membuka peluang besar dalam membentuk ekosistem halal yang solid di lingkungan akademik dan masyarakat. “Literasi halal bukan hanya isu regional, tapi bagian dari strategi nasional,” tegasnya.

Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran Indonesia sebagai pemain utama dalam industri halal global melalui sinergi edukatif, regulatif, dan kolaboratif.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026