Logo Header Antaranews Jateng

Kopti Jateng keluhkan kenaikan harga kedelai pada Gubernur

Rabu, 7 Mei 2025 22:29 WIB
Image Print
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menerima audiensi para pelaku usaha yang tergabung dalam Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Kopti) Jateng, di Semarang, Rabu (7/5/2025). (ANTARA/HO-Pemprov Jateng)

Semarang (ANTARA) - Gabungan pelaku usaha yang tergabung dalam Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Kopti) Jawa Tengah mengadukan terkait kenaikan harga kedelai yang berpengaruh terhadap produktivitas usaha mereka kepada Gubernur Jateng.

Ketua Kopti Jateng Sutrisno Supriantoro, di Semarang, Rabu, mengatakan bahwa harga kedelai mengalami kenaikan sejak Maret 2025 yang saat ini mencapai Rp9.800/kilogram dari semula Rp8.400/kg.

Menurut dia, stok dari importir juga semakin menipis, padahal kebutuhan kedelai Jateng per bulan hampir 40.000 ton, sementara 90 persen kebutuhan kedelai diimpor dari Amerika.

"Kami berharap ada dukungan dari pemerintah pusat terhadap gejolak yang terjadi," katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan kedelai dalam negeri, Sutrisno berharap pemerintah bisa memacu peningkatan produktivitas kedelai dalam negeri sehingga produsen tahu tempe tidak bergantung pada kedelai impor.

Menanggapi keluhan para produsen tahu tempe, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa tata niaga kedelai diatur oleh pemerintah pusat, namun pihaknya akan membantu mengomunikasikannya.

"Untuk tata niaga kedelai memang harus koordinasi kementerian terkait. Kami harus menyesuaikan kebijakan pusat. Tapi kita juga harus punya kreasi sendiri agar koperasi kita eksis," katanya.

Terkait masukan untuk memacu produktivitas kedelai dalam negeri, ia sepakat karena Jateng memiliki potensi kedelai yang cukup banyak.

"Potensi kedelai kita sebetulmya banyak. (Ada) di Grobogan, Wonogiri, Cilacap, Kebumen, Purworejo. Coba nanti Kepala Dinas Pertanian (Jateng) itu nanti dipikirkan," katanya.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Jateng Sujarwanto Dwiatmoko menambahkan harga kedelai memang saat ini mengalami kenaikan, tetapi masih di bawah Harga Acuan Pemerintah (HAP), yakni Rp12 ribu/kg.

Jadi, kata dia, Pemprov Jateng belum bisa mengambil kebijakan intervensi dengan pemberian subsidi.

"Saat ini harga rata-rata kedelai Rp11.100, jadi belum bisa diintervensi dengan mengeluarkan subsidi," katanya.



Pewarta :
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026