Logo Header Antaranews Jateng

Kembangkan Difablepreneur di Boyolali, Pertamina raih penghargaan predikat emas

Selasa, 2 Agustus 2022 17:36 WIB
Image Print
Pertamina berhasil meraih penghargaan predikat emas (gold) untuk kategori inovasi sosial pada ajang Proving League 2022. ANTARA/HO-Pertamina
...beberapa penyandang disabilitas telah memiliki keterampilan menjahit, kini juga sudah memiliki pekerjaan tetap di perusahaan garmen

Semarang (ANTARA) - Pertamina berhasil meraih penghargaan predikat emas (gold) untuk kategori inovasi sosial pada ajang Proving League 2022 yang diselenggarakan oleh Energy & Mining Editor Society (E2S) berkat program Corporate Social Responsibilty (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan kepada kelompok penyandang disabilitas di Kabupaten Boyolali, yakni program Difablepreneur. Penghargaan tersebut diserahkan secara virtual pada Jumat (29/7).

Area Manager Communication, Relations, & CSR Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga Brasto Galih Nugroho menjelaskan program tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kelompok masyarakat rentan yang ada di sekitar wilayah operasi Pertamina, salah satunya Fuel Terminal Boyolali.

“Program Difableprenuer telah dirintis sejak tahun 2018 dan hingga saat ini telah memberdayakan sedikitnya 350 penyandang disabilitas di Kabupaten Boyolali,” kata Brasto.

Pertamina berhasil meraih penghargaan predikat emas (gold) untuk kategori inovasi sosial pada ajang Proving League 2022. ANTARA/HO-Pertamina
Dia menambahkan program tersebut terus mengalami perkembangan dengan bertambahnya jumlah kelompok difabel yang dibina, dari semula satu kelompok menjadi tiga kelompok difabel dengan masing-masing kegiatan wirausaha.

“Di antaranya Kresna Patra dengan kegiatan menjahit, Sriekandi Patra dengan kegiatan membatik, dan Komunitas Difabel Ampel melalui kegiatan jasa antar (delivery) tabung gas Pertamina," katanya.

Dalam pemaparan presentasi Proving League sebelumnya, salah satu anggota kelompok dari program Difableprenuer yang juga merupakan local hero program tersebut, Sri Setyaningsih menjelaskan Difableprenuer telah membuka lapangan pekerjaan dan menghasilkan sumber pendapatan bagi para penyandang disabilitas.

“Tidak hanya dari kegiatan wirausaha saja, beberapa penyandang disabilitas yang telah memiliki keterampilan menjahit, kini juga sudah memiliki pekerjaan tetap di perusahaan garmen di Boyolali,” kata Sri.

Hal itu menurutnya memberikan dampak perubahan yang signifikan bagi kehidupan penyandang disabilitas yang dialami.

“Dari yang semula tidak bisa melakukan apa-apa kini sudah bisa menghidupi dirinya sendiri, bahkan keluarganya melalui kegiatan usaha yang dijalankan,” kata Sri.

Keberhasilan program tersebut, menurut Sri menjadikan Difableprenuer Boyolali sebagai salah satu rujukan dalam pemberdayaan komunitas difabel di Indonesia.

“Hal itu terlihat dengan banyaknya kunjungan yang kami terima dari beberapa perusahaan pelaksana program CSR maupun pemerhati sosial, salah satunya Angkie Yudistia, salah satu staf khusus kepresidenan Indonesia,” kata Sri.

Brasto menambahkan penghargaan inovasi sosial yang diterima Pertamina pada program tersebut merupakan wujud dari penerapan komitmen ESG (Environment, Social, Governance) yang dijalankan Pertamina.

“Selain itu program ini juga ikut kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs), utamanya pada poin 1 (Tanpa Kemiskinan), poin 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), poin 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), poin 10 (Berkurangnya Kesenjangan), poin 11 (Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan), poin 16 (Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh), dan poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan),” tutup Brasto.



Pewarta:
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026