
RSUD Temanggung layani pembayaran nontunai pasien

Temanggung (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Temanggung bekerja sama dengan Bank Jateng meluncurkan "Host to Host" billing sistem untuk pelayanan pembayaran nontunai bagi pasien.
"Ini sebuah kemajuan karena cashless ini harus terlaksana dan harus mulai dilakukan dengan didukung sistem yang ada," kata Direktur RSUD Temanggung Tetty Kurniawati, di Temanggung, Selasa.
Namun, katanya, masyarakat Temanggung belum sepenuhnya bisa melakukan pembayaran nontunai ini, maka pihaknya tetap memfasilitasi masyarakat yang akan melakukan pembayaran secara tunai di RSUD.
Ia menuturkan tahun 2022 layanan unggulan dari RSUD Temanggung adalah poliklinik.
"Dalam layanan unggulan ini kami harus memberikan perhatian lebih, jadi layanan unggulan itu bukan yang terbaik, dalam konsep rumah sakit layanan yang harus mendapat perhatian sebanyak-banyaknya untuk perbaikan," katanya.
Oleh karena itu, perbaikan layanan di poliklinik terkait sarana prasarananya, antara lain menambah ruang poliklinik dan menambah jumlah dokter yang praktik di poliklinik.
"Kami sudah membuka antrean 'online', pendaftaran 'online' dan sudah memberikan layanan penghantaran obat supaya pasien tidak terlalu lama menunggu di poliklinik RSUD dan yang terbaru ini layanan pembayaran secara cashless dari Bank Jateng sehingga mungkin keluarganya opname di sini tetapi yang membayar ada di rumah itu bisa dilaksanakan," katanya.
Ia berharap langkah-langkah yang dilakukan RSUD Temanggung ini betul-betul bisa memberikan layanan yang terbaik kepada pasien.
Baca juga: 859 calon pegawai RSUD Temanggung ikuti seleksi berbasis komputer
Pemimpin Cabang Bank Jateng Temanggung Wahyu Puji Santoso mengatakan sistem pembayaran "Host to Host" ini terkoneksi antara server Bank Jateng dengan server RSUD Temanggung selama 24 jam sehingga nanti akan banyak memberi kemudahan baik kepada pasien maupun RSUD.
Ia menyampaikan dengan sistem "Host to Host" ini keluarga pasien tidak harus mengantre untuk membayar di kasir, bisa membayar di mana saja melalui kanal yang sudah disediakan Bank Jateng, antara lain internet banking, bank yang sudah memanfaatkan ATM bersama, dan pembayaran elektronik lainnya.
Kemudian dari pihak pasien maupun keluarga setelah melakukan pembayaran tidak perlu lagi mengirimkan bukti bayar ke RSUD Temanggung karena sudah langsung terbaca oleh sistem di RSUD.
Wahyu menyebutkan keuntungan bagi RSUD, yaitu mengurangi antrean, memudahkan pihak RSUD untuk mengontrol atau memonitor pasien mana yang sudah membayar maupun yang belum.
"Selain itu, juga meminimalisir apabila ada yang melakukan pembayaran menggunakan uang palsu, dan yang penting juga ini menjadi suatu nilai positif bagi RSUD khususnya dan juga Pemkab Temanggung, di mana selama ini KPK selalu menekankan pembayaran nontunai," katanya.
Bupati Temanggung M. Al Khadziq menyampaikan RSUD Kabupaten Temanggung telah mengambil langkah inovasi sedikit demi sedikit.
"Selangkah demi selangkah semakin maju untuk meningkatkan layanan dan juga untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi di tengah masyarakat," katanya.
Ia menyampaikan sistem ini akan memudahkan masyarakat dalam mendapatkan layanan di RSUD khusuanya dari sisi administrasi dan pembayaran.
"Semoga sistem pembayaran ini semangatnya juga mewarnai proses-proses yang lain, baik proses layanan medis maupun nonmedis, dan administratif lainnya," katanya.
Baca juga: RSUD Temanggung tambah satu bangsal perawatan pasien COVID-19
Baca juga: Pasien COVID-19 di RSUD Temanggung turun signifikan
Baca juga: 31 karyawan RSUD Temanggung terpapar COVID-19
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
