
Ganjar minta masyarakat Jateng siaga bencana

Jepara (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo minta masyarakat setempat untuk siaga bencana karena wilayah itu terdapat daerah rawan bencana saat musim hujan.
"Saat ini sudah memasuki musim hujan, mari bersama-sama melakukan antisipasi," ujarnya, saat ditemui di sela-sela menanam bibit pohon di kawasan Hutan Pinus Setro, Desa Batealit, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, Sabtu.
Ia juga meminta semua pemerintah kabupaten/kota yang daerahnya terdapat pegunungan yang gundul untuk segera dihijaukan dengan melibatkan semua pihak.
Daerah pegunungan yang kritis di wilayah eks Keresidenan Pati, meliputi Kabupaten kudus, Pati, Jepara dan sebagian Grobogan.
"Bupatinya sudah saya minta menanam. Setelah menanam harus dirawat agar benar-benar tumbuh dengan baik," ujarnya.
Sementara daerah yang memiliki sumber air diminta untuk dijaga. Jika perlu petinggi atau kepala desa membuat peraturan desa agar bisa mengonservasi sumber mata air yang ada, termasuk para pengusaha galian C untuk merawat pohon yang ditanam, apalagi yang biasa mengambil galian C secara ilegal. Kepolisian diharapkan menertibkan galian C yang ilegal tersebut.
Sejak beberapa pekan terakhir, tercatat sudah terjadi bencana banjir di Jateng, baik di Pati maupun Kabupaten Kudus. Bahkan, Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, sudah dua kali mengalami banjir bandang akibat pegunungan yang gundul.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
