Logo Header Antaranews Jateng

Wali Kota Semarang minta tes SKD dengan prokes ketat

Senin, 13 September 2021 19:57 WIB
Image Print
Ilustrasi - Sejumlah peserta tes menyimak penjelasan panitia tentang tertundanya Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 di GOR Wujil, Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Jumat (26/10/2018). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/tom.

Semarang (ANTARA) - Wali Kota Semarang, Jawa Tengah Hendrar Prihadi meminta pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dalam rangkaian penerimaan calon aparatur sipil negara (ASN) 2021 menjalankan protokol kesehatan yang ketat agar tidak memunculkan klaster COVID-19.

"Pelaksanaan tes SKD sudah mendapat rekomendasi dari Satgas COVID-19, oleh karena itu pelaksanaannya harus memerhatikan kenyamanan, kesehatan, dan keamanan para peserta," katanya dalam siaran pers yang diterima di Semarang, Senin.

Pelaksanaan tes SKD yang digelar di Kota Semarang akan berlangsung di empat lokasi, yakni Kampus Unnes, Udinus Semarang, Hotel UTC Semarang, serta kawasan PRPP Jawa Tengah.

Sejumlah pemerintah kabupaten/ kota di Jawa Tengah dan kementerian akan menggelar tes di empat lokasi tersebut.

Ia meminta protokol kesehatan ketat dilaksanakan di empat lokasi tersebut selama pelaksanaan tes.

Pelaksanaan tes SKD calon ASN mulai digelar 14 September hingga November 2021 nanti.

Tes sendiri akan dilaksanakan dalam beberapa sesi untuk mengantisipasi terjadi kerumunan.

Selain itu pada pelaksanaan tes SKD tahun ini, peserta diwajibkan susah divaksi minimal suntikan pertama serta membawa surat hasil tes usap yang menyatakan negatif COVID-19.



Pewarta :
Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026