Logo Header Antaranews Jateng

Warga Pati yang reaktif COVID-19 dikarantina di hotel

Rabu, 3 Juni 2020 21:45 WIB
Image Print
Bupati Pati Haryanto saat meninjau pelaksanaan rapid test corona di Pasar Juwana Pati, Rabu (3-6-2020). ANTARA/HO-Humas Pemkab Pati
Sambil menunggu tahapan "swab", mereka dikarantina di hotel.
Pati (ANTARA) - Warga Kabupaten Pati yang dinyatakan reaktif corona dari hasil tes cepat (rapid test) COVID-19 dikarantina di hotel sambil menunggu hasil swab (usap) tenggorokan guna memastikan terpapar virus corona atau tidak.

"Tercatat dari 148 pedagang dan pengunjung pasar yang menjalani tes cepat corona, terdapat 10 orang dinyatakan reaktif corona. Sambil menunggu tahapan swab tenggorokan, mereka akan dikarantina di Hotel Safin," kata Bupati Pati Haryanto saat meninjau pelaksanaan rapid test di Pasar Juwana Pati, Rabu.

Ia berharap masyarakat yang hendak dites corona agar tidak takut karena dalam rangka pemilahan untuk warga yang kategori berpotensi atau yang tidak berpotensi terinfeksi.

Rapid test corona tersebu diadakan secara gratis karena Pemkab Pati ingin melindungi para pedagang dari penularan COVID-19.

Selain di Pasar Juwana yang ditemukan reaktif corona, sebelumnya di Pasar Puri juga ada dua orang yang dinyatakan reaktif COVID-19.

Baca juga: Disdag Surakarta pastikan pedagang yang reaktif jalani karantina

Baca juga: Jakarta bakal karantina lokal 62 RW, ini daftarnya

Baca juga: PJ Agrinus berikan bantuan pangan warga jalani karantina wilayah di Banyumas


"Reaktif corona belum tentu saat tes swab positif corona. Untuk itu, tidak perlu khawatir berlebihan ketika dinyatakan reaktif usai tes cepat corona," ujarnya.

Setelah pelaksanaan tes cepat di Pasar Juwana, Pemkab Pati akan mengadakan kegiatan serupa di pasar daerah lainnya, seperti Pasar Trangkil, Rogowangsan, Kayen, dan Tayu serta tempat-tempat umum lainnya.

Sementara pusat perbelanjaan, seperti ADA Swalayan, Luwes, dan Surya Baru sudah dilakukan dengan hasil nonreaktif.

Tes cepat corona secara masif dalam rangka persiapan menghadapi pemberlakuan tatanan kehidupan baru atau new normal.

Ia berharap masyarakat untuk membiasakan diri beraktivitas dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, mulai dari memakai masker, cuci tangan dengan sabun, serta menjaga jarak.

Pewarta :
Editor: Kliwon
COPYRIGHT © ANTARA 2026