Dampak COVID-19, 510 calon haji Surakarta batal berhaji

id 510 calhaj Surakarta ,batal berhaji dampak COVID 19

Dampak COVID-19, 510 calon haji Surakarta batal berhaji

Kepala Seksi Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Surakarta Suyono. ANTARA/Bambang Dwi Marwoto

Kami akan sosialisasikan kepada calhaj tahun ini, kapan bakal diberangkatkan menunggu surat resmi dari pusat
Solo (ANTARA) - Sebanyak 510 calon haji di Kota Surakarta, Jawa Tengah batal ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji pada 2020 sebagai dampak pandemi global COVID-19, kata Kepala Seksi Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Surakarta Suyono.

"Keputusan pembatalan pemberangkatan calon haji Indonesia tahun ini termasuk Surakarta, diumumkan oleh Menteri Agama (Menag) RI, Fachrul Razi, di Jakarta, Selasa," kata dia di Solo, Selasa.

Hingga saat ini, pihaknya masih menunggu surat resmi dari Kemenag RI di Jakarta soal pembatalan tersebut.

Ia mengatakan 510 calon haji tersebut terbagi menjadi tiga kelompok terbang (kloter), yakni 47, 48, dan 49.

Mereka rencananya diberangkatkan pada 26 Juni 2020 melalui Embarkasi Solo (SOC) via Bandara Internasional Adi Soemarmo di Boyolali.

Baca juga: Terkait pembatalan ke Tanah Suci, Kemenag Banyumas akan surati calon haji

Sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci, mereka terlebih dahulu masuk Asrama Haji Donohudan Kabupaten Boyolali untuk persiapan, termasuk tes kesehatan terakhir dan pemberian berkas administrasi identitas calon haji.

Suyono mengatakan semua calon haji asal Solo sudah melunasi biaya haji yang telah ditetapkan Kemenag RI, sehingga mereka sudah masuk daftar "seat" pemberangkatan tahun ini.

"Namun, semua calhaj (calon haji) dibatalkan diberangkatkan tahun ini, karena dampak pandemi COVID-19," kata dia.

Setelah mendapatkan surat resmi pembatalan dari Kemenag pusat, pihaknya langsung melakukan sosialisasi kepada 510 calon haji itu.

"Kami akan sosialisasikan kepada calhaj tahun ini, kapan bakal diberangkatkan menunggu surat resmi dari pusat," katanya.

Menteri Agama RI, Fachrul Razi, menyatakan pemerintah memutuskan tidak memberangkatkan calon haji pada 2020. Keputusan itu berlaku untuk seluruh warga negara Indonesia. Keputusan itu diambil dengan berbagai pertimbangan, salah satunya pemerintah Arab Saudi hingga saat ini belum membuka akses bagi negara mana pun terkait dengan pandemi COVID-19.

Baca juga: Menteri Agama: Pembatalan pemberangkatan jamaah haji bukan pertama kali
Baca juga: 1.330 nasabah BNI Syariah Kudus melunasi tabungan haji
Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar