Sedulur Sikep ikut meriahkan pergelaran wayang kulit HUT ke-6 Semen Gresik

id semen gresik,hut ke 6, wayang kulit, sedulur sikep

Sedulur Sikep ikut meriahkan pergelaran wayang kulit HUT ke-6 Semen Gresik

Mbah Lasiyo (dua dari kiri) dan sejumlah warga komunitas Sedulur Sikep asal Desa Klopoduwur, Banjarejo, Kabupaten Blora, didampingi Kepala Departemen Komunikasi dan Hukum PT Semen Gresik Gatot Mardiana (paling kiri) menikmati pergelaran wayang kulit Gatotkaca Winisuda, Senin (3/2). Kesenian tradisional ini digelar dalam rangka HUT ke-6 PT Semen Gresik guna mempererat hubungan antara perusahaan dengan berbagai elemen masyarakat khususnya di Rembang dan Blora. PT Semen Gresik

Rembang (ANTARA) - Sesepuh Sedulur Sikep ikut menyemarakkan pergelaran wayang kulit dalam rangka HUT ke-6 PT Semen Gresik dengan lakon "Gatotkaca Winisuda".

Pergelaran tersebut dihadiri direksi dan komisaris PT Semen Gresik, jajaran forkompinda, kepala desa, tokoh masyarakat, serta warga dari desa sekitar perusahaan, baik dari Kabupaten Rembang maupun Blora, Senin (3/2) jelang tengah malam. 

Pergelaran wayang kulit dengan dalang Ki Sigit Ariyanto asal Rembang yang diiringi Angklung Lorenza Blora ini merupakan salah satu wujud komitmen Semen Gresik dalam pelestarian budaya dan kearifan lokal.

 
Komisari PT Semen Gresik Widodo Santoso (tengah) didampingi Direktur Produksi Joko Sulistiyanto menyerahkan wayang Gatotkaca kepada dalang Ki Sigid Ariyanto sebelum dimulainya pergelaran wayang kulit dalam rangka HUT ke-6 PT Semen Gresik, Senin (3/2) malam. PT Semen Gresik

Sesepuh Sedulur Sikep yang hadir dalam pergelaran wayang kulit adalah Mbah Lasiyo asal Desa Klopoduwur, Banjarejo, Blora. Turut mendampingi Mbah Lasiyo, sebanyak 19 warga Sedulur Sikep lainnya. 

"Sinden Agnes Serfozo asal Hungaria sengaja kita undang karena Semen Gresik ingin menyisipkan pesan jika bule saja peduli dengan budaya dan kearifan lokal. Maka mestinya kita lebih dari itu," kata Direktur Keuangan dan SDM PT Semen Gresik Muchammad Supriyadi.

Komitmen melestarikan budaya dan kearifan lokal lewat pergelaran wayang kulit sudah berulangkali digelar Semen Gresik. 

Saat HUT ke-5 PT Semen Gresik tahun 2019, lakon yang diangkat "Mbangun Taman Maerokoco". Lakon ini menyisipkan pesan komitmen Semen Gresik untuk berkontribusi positif demi kemaslahatan masyarakat, pemerintah hingga negara. 

Sedangkan pesan yang ingin disampaikan lewat "Gatotkaca Winisuda" adalah adalah berbagai kontribusi positif yang sudah dilakukan Semen Gresik akan tetap dan bahkan terus dimaksimalkan agar lebih bisa dirasakan manfaatnya oleh berbagai elemen.

"Itu memang komitmen kita. Kehadiran Semen Gresik harus bermanfaat," jelasnya.

Menurut Supriyadi, komitmen untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat serta berkontribusi positif bagi daerah itu diwujudkan dengan SG Peduli, SG Cerdas, SG Prima, dan SG Lestari. 


CSR Rp92,8 miliar

Dari sisi anggaran, sejak tahun 2014 - 2019, Semen Gresik sudah mengucurkan anggaran untuk progam CSR sebesar Rp92,8 miliar. Bentuk kegiatan mulai dari pemberdayaan desa, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, air bersih, pelestarian alam, sosial keagamaan dan lain sebagainya.

Semen Gresik juga memiliki progam Forum Masyarakat Madani (FMM) yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2018. 

Progam ini ibarat stimulus untuk mempercepat pembangunan dan sekaligus pemberdayaan masyarakat desa sekitar perusahaan. Agar hasilnya maksimal FMM ini juga selalu disinergikan dengan progam dan kegiatan pembangunan yang dicanangkan pemerintah.

Tahun 2020, anggaran yang dikucurkan untuk progam FMM sebesar Rp1,75 miliar. Ada enam desa di sekitar perusahaan yang disasar progam FMM. Yakni Desa Kadiwono, Timbrangan, Pasucen, Kajar dan Tegaldowo (Kabupaten Rembang) dan Desa Ngampel Kabupaten Blora. 

"Progam pemberdayaan menjadi salah satu prioritas. Minimal 30 persen dari anggaran FMM itu wajib untuk pemberdayaan. Kita berharap, lewat upaya ini desa sekitar Semen Gresik lebih mandiri dan memiliki daya saing. Ujung dari proses itu juga berdampak positif untuk perekonomian dan sektor-sektor lain di desa tersebut," ujar Supriyadi.

Sekda Rembang Subakti mengapresiasi pagelaran wayang kulit yang digelar Semen Gresik. Terrkait kontribusi Semen Gresik dalam berbagai aspek, Subakti mengacungi jempol. 

Meski begitu, pihaknya berharap upaya serupa khususnya pemberdayaan bumdes (badan usaha milik desa) juga bisa dilaksanakan di desa lain, tidak hanya sekitar perusahaan. 

"Saya berharap setelah bumdes, Semen Gresik juga melakukan pemberdayaan UMKM. Sinergi antara Bumdes dan UMKM itu akan mendongkrak perekonomian dan sektor lain di desa," paparnya.

Sementara itu, Mbah Lasiyo mengatakan selain bermanfaat nguri-nguri (merawat) budaya, pergelaran wayang kulit Semen Gresik juga bisa mempererat persaudaraan antarsesama. Ia berpesan agar Semen Gresik tetap komitmen dengan berbagai hal yang membawa kemanfaatan. 

"Mugi-mugi saget ngempalaken balung pisah. Sahinggo kito saget paseduluran ingkang sae kaleh sanak sedulur. Kulo doaaken Semen Gresik tansah jaya lan saget ngugemi punopo ingkang sampun dilampahi. (Semoga bisa mengumpulkan saudara yang terpisah. Sehingga kita bisa bersaudara dengan baik. Saya doakan Semen Gresik tambah jaya dan tetap bisa menjalankan apa-apa yang dipedomani dan dijalankan)," pesan Mbah Lasiyo. *** (KSM)
 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar