Cegah virus, penjual makanan segar harus sering cuci tangan

id Dr. Fera Ibrahim,pakar mikrobiologi ,cegah virus,penjual makanan segar,sering cuci tangan

Cegah virus, penjual makanan segar harus sering cuci tangan

Spesialis mikrobiologi Dr. Fera Ibrahim memberi pemaparan dalam Seminar Awam dan Media Wabah Coronavirus di Gedung IMERI Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di Salemba, Jakarta, Kamis (30/1/2020). ANTARA/Katriana

Jakarta (ANTARA) - Para penjual bahan makanan segar diingatkan untuk sering cuci tangan menggunakan sabun setelah kontak dengan hewan atau produk hewan, guna mencegah penyebaran virus, termasuk corona, yang mewabah di Tiongkok, kata pakar mikrobiologi Dr. Fera Ibrahim.

"Secara umum kalau pasarnya becek, kotor, enggak cuma virus di Wuhan, di lingkungan kita juga banyak virus-virus lain. Jadi tetap harus cuci tangan dengan sabun," katanya dalam Seminar Awam dan Media Wabah Coronavirus di Gedung IMERI Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di Salemba, Jakarta, Kamis.

Baca juga: Ini resep dari Menkes untuk cegah virus corona
Baca juga: Ketum PDPI: Masyarakat hindari sentuh hewan cegah virus corona


Ia juga mengatakan sebaiknya pedagang membersihkan dan mendisinfeksi alat serta tempat kerja sedikitnya sekali dalam sehari.

Mereka juga disarankan memakai baju pelindung, sarung tangan, dan pelindung wajah ketika mengolah hewan atau produk hewan.

Setelah selesai bekerja, katanya, baju pelindung perlu dilepas, dibersihkan setiap hari dan sebaiknya ditinggal di tempat kerja agar menghindari potensi penularan kepada anggota keluarga di rumah.

"Jangan dibawa ke rumah. Nanti kita bagi-bagi sama orang rumah. Karena kita tahu ada transmisi dengan orang dari bahan-bahan itu. Jadi kalau sudah dibersihkan, taruh saja di tempat kerja," katanya.

Terkait dengan perlunya menjaga kesehatan anggota keluarga, ia juga menekankan perlunya menjauhkan anggota keluarga dari perlengkapan dan sepatu yang belum dibersihkan.

Spesialis yang juga Ketua Pusat Riset Virologi dan Kanker Patobiologi FKUI itu, juga memberikan saran untuk tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut selama terlibat kontak dengan hewan atau saat mengolah produk hewan.

Kontak dengan hewan yang sakit dan berpenyakit, kata dia, juga perlu dihindari selain menekankan perlunya menghindari kontak dengan kandang hewan dan limbah air di pasar.

"Terutama 'fresh market' atau pasar becek. Jadi enggak cuma virus dari Wuhan, virus-virus atau bakteri lain yang bisa menyebabkan penyakit juga perlu dihindari," katanya.

Baca juga: Pemerintah tegaskan tidak ada kasus positif virus corona di Indonesia
Baca juga: Korban tewas virus corona di China terus berjatuhan, kini menjadi 170 orang
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar