TMMD berakhir, warga merasa kehilangan

id Kodim

TMMD berakhir, warga merasa kehilangan

Anggota Satgas TMMD Kodim Cilacap saat berpamitan dengan warga Desa Cilibang, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap. (Foto: Humas Kodim Cilacap)

Cilacap (ANTARA) - Rangkaian Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 106 Kodim Cilacap yang dipusatkan di Desa Cilibang, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap telah berakhir dan warga merasa kehilangan saat para Satgas TMMD berpamitan.

Perwakilan Satgas TMMD 106 Kodim Cilacap berpamitan kepada warga bertempat di rumah Kades Cilibang Purnomo Edy yang juga dihadiri seluruh perangkat desa, para kepala dusun, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda.

Serka Sodirin mewakili anggota Satgas TMMD mengaku bangga bisa bekerja sama dengan warga desa setempat, menyampaikan rasa terima kasih, serta permintaan maaf terhadap segala kekurangan.

Anggota yang lain, Sertu Basuki berharap seluruh hasil kerja keras antara TNI dan warga selama TMMD baik itu berupa pembangunan fisik maupun nonfisik, dapat terus dirawat dan dimanfaatkan demi kepentingan warga.

Sementara Kades Cilibang Purnomo Edy mewakili warga merasa kehilangan dengan selesainya pelaksanaan TMMD di Desa Cilibang.

"Atas nama seluruh warga masyarakat Cilibang, kami menyampaikan terima kasih atas bantuan, dukungan, dan kepercayaan Kodim 0703 Cilacap dan Pak Dansatgas TMMD 106 Kodim Cilacap. Kami merasa kehilangan dan akan selalu merindukan bapak-bapak semua," kata Purnomo Edy.

TMMD, lanjut Purnomo Edy merupakan penggeblengan bagi warga desa Cilibang untuk lebih giat lagi bergotong royong dan harapannya dapat terus dipupuk .

Baca juga: Pelaksanaan TMMD Cilacap berakhir

Selain pertemuan di rumah kepala dusun, sebagian warga juga ada yang mengajak para anggota Satgas TMMD makan malam bersama sebagai bentuk ungkapan terima kasih.

Salah satu warga Desa Cilibang, Junet menyampaikan terima kasih atas bantuan dan kerja keras satgas TMMD dalam membangun desanya, terutama di wilayah Dusun Kalirau.

Sementara Sawen (60) meluapkan rasa terima kasih dan kehilangannya dengan memeluk Prada Hendra yang dianggapnya seperti bagian dari keluarga.

Hal sama juga dialami Sutimah (64) yang menangis saat Serda Haryanto meminta izin kembali bertugas.

Para tim Satgas TMMD juga berpamitan kepada para guru di desa setempat dengan mendatangi sekolah Paud Hidayah, Desa Cilibang.

"Kedatangan saya kemari untuk berpamitan dengan semua guru dan siswa siswi Paud Hidayah ini, karena selama saya berada dan bertugas di wilayah Desa Cilibang dalam kegiatan TMMD untuk pemberian materi wawasan kebangsaan, kemungkinan ada sikap dan tutur kata saya yang keliru saya mita maaf,” kata Sertu mulyono, Jumat.

Nur Siti fatonah, guru Paud Hidayah menyampaikan terima kasih, permintaan maaf yang sama, serta berusaha meneruskan dalam memberikan materi wawasan kebangsaan kepada anak didiknya.
Baca juga: Kodam IVDiponegoro berharap TMMD dapat tingkatkan taraf hidup masyarakat
Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar