Duta Seni Boyolali juara "Folk Dance" di Spanyol

id seni indonesia

Duta Seni Boyolali juara "Folk Dance" di Spanyol

Rombongan Duta Seni Boyolali berpose setelah tampil di ajang kompetisi seni internasional, Sea Sun Festival di Lloret De Mar, Spanyol dan keluar sebagai juara pertama kategori Folk Dance usia 16-19 tahun.  (istimewa)

Jakarta (ANTARA) - Duta Seni Boyolali mengumandangkan Lagu Indonesia Raya di ajang kompetisi seni internasional, Sea Sun Festival di Lloret De Mar, Spanyol, setelah tampil sebagai juara pertama kategori Folk Dance usia 16 hingga 19 tahun.

Seperti rilis yang diterima di Jakarta, Sabtu, mereka berhasil mengalahkan peserta-peserta lain yang berasal dari 10 negara, di antaranya Rusia, Ukraina, Iran dan Meksiko.

Duta seni Boyolali yang terdiri atas 18 pelajar SMA berprestasi Boyolali ini, menarikan dua tarian, yakni Topeng Ireng dan Soreng.



Penampilan mereka berhasil memukau para juri yang merupakan maestro-maestro tari internasional. Perpaduan koreografi, kostum dan tata rias yang memukau, membuat juri menganugerahi gelar juara pertama untuk Duta Seni Boyolali di festival tahunan ini.

Tidak hanya para juri, penampilan duta seni Boyolali ini, juga mengundang decak kagum dari para penonton dari berbagai negara. Tak jarang duta-duta seni Boyolali ini harus melayani permintaan foto bersama dari para penonton dan peserta dari negara-negara lain.

Bupati Boyolali, Seno Samodro menyatakan bangga atas prestasi yang diraih duta seni Boyolali 2019.

Baca juga: TBBM Boyolali kembangkan konservasi Biofarmaka

Di tengah panasnya berita-berita aksi unjuk rasa di dalam negeri, ada berita yang menyejukkan dan membanggakan Indonesia. Saya bangga, karena duta seni Boyolali berhasil menjadi juara pertama, mengalahkan peserta-peserta lain dari 10 negara. Mereka adalah pelajar berprestasi pilihan. Perjuangan mereka untuk sampai ke kompetisi ini tidak mudah, ujar Seno melalui rilisnya,

Setiap tahun, Pemkab Boyolali menyeleksi ratusan pelajar SMA negeri dan swasta se-Boyolali untuk menjadi duta seni Boyolali. Mereka harus menjalani serangkaian tes, mulai dari pengetahuan umum, psikotes, dasar tari dan wawancara, hingga akhirnya terpilih 18 orang.

Setelah terpilih, mereka harus mengikuti pelatihan selama lima bulan. Tidak hanya menari, mereka juga dibekali keterampilan tata rias, kedisiplinan dan latihan fisik.

Tahun ini adalah tahun kedelapan Pemkab Boyolali mengirim duta seni ke festival dan kompetisi tari internasional di Eropa dan Amerika Serikat. Selain mengikuti kompetisi di Sea Sun Festival, Lloret De Mar, duta seni Boyolali 2019 juga tampil menarikan Topeng Ireng khas Boyolali ini di beberapa kota, yakni Toulouse dan Marseille (Perancis) dan Valencia (Spanyol).

Baca juga: 13 kelompok tari asal Kecamatan Selo ikuti pentas seni
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar