Pemkab data produsen minuman beralkohol

id PDAM, pencemaran sungai, produsen miras

Pemkab data produsen minuman beralkohol

Ilustras i- Salah satu petugas sedang mengawasi proses pengolahan di IPAL Semanggi. ANTARA/Mohammad Ayudha

Solo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah, sedang mendata jumlah produsen minuman beralkohol di daerah tersebut menyusul terjadinya pencemaran air yang terjadi di aliran Sungai Bengawan Solo.

"Dari hasil rapat koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jateng kemarin, kami diminta untuk mendata jumlah pengrajin alkohol, termasuk berapa banyak limbah yang dihasilkan, kemudian dilaporkan ke DLHK provinsi," kata Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Sukoharjo Suyatman di Solo, Selasa.

Menurut dia, DLH Kabupaten Sukoharjo pada hari Senin (16/9) sudah mengumpulkan instansi terkait, di antaranya Dinas Perindustrian, Dinas Pertanian, serta Dinas Perdagangan dan Koperasi untuk memastikan data produsen minuman beralkohol yang ada di Kabupaten Sukoharjo.

"Tetapi datanya masih beda-beda. Kami validkan dulu, desa agar mendata dulu karena mereka yang lebih tahu," katanya.

Ia mengatakan saat ini ada dua kecamatan yang terdapat produsen minuman beralkohol, yaitu Kecamatan Polokarto dan Mojolaban. Menurut dia, untuk Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kecamatan Mojolaban sudah berjalan baik.

Meski demikian, ia mengatakan, untuk IPAL yang ada di Kecamatan Polokarto masih belum bisa berjalan optimal mengingat kapasitasnya lebih kecil dibandingkan volume limbah yang masuk.

Terkait hal itu, dia mengatakan, sebetulnya pemerintah desa setempat sudah menyediakan tanah kas yang sedianya digunakan untuk IPAL. Meski demikian, pembangunannya masih terkendala dengan masuknya lahan tersebut sebagai zona hijau.

"Luas tanahnya 2.000 m2. Kendalanya masih masuk zona hijau, sekarang dalam proses," katanya.

Sementara itu, Pejabat Pemberi Informasi Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Toya Wening, Bayu Tunggul, mengatakan dalam hal ini PDAM masih menunggu pihak-pihak terkait yang menindaklanjuti situasi tersebut.

"Yang pasti saat ini keluhan di debit, yang dilayani IPAL Semanggi warnanya masih kuning, kuantitas tidak baik. Kalau kualitas masih memungkinkan diambil," katanya.

Ia mengatakan dari sisi alirannya ada kiriman air dari Waduk Gajah Mungkur dengan aliran 2 m3/detik. Sebagai solusi sementara, PDAM memindahkan "intake" pada aliran di atas Kali Samin.

"Ini sambil menunggu Pemprov Jawa Tengah bersama dengan Pemkab Sukoharjo menyelesaikan pembuatan IPAL untuk pengrajin alkohol di kecamatan Polokarto," katanya.

Sebelumnya, PDAM Surakarta terpaksa menghentikan pengambilan air baku di Kali Samin yang mengalir ke Sungai Bengawan Solo akibat terjadinya pencemaran air dari limbah alkohol yang terjadi di Kali Samin.
 
Pewarta :
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar