
Dinkes Pekalongan tingkatkan kebugaran dan produktivitas bagi pegawai

Pekalongan (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mendorong peningkatan kebugaran dan penerapan pola hidup sehat di lingkungan kerja melalui pengukuran kebugaran jasmani para pegawai di lingkungan pemerintah daerah.
Sanitarian Muda Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Maysaroh di Pekalongan, Selasa, mengatakan kegiatan ini bertujuan mengetahui tingkat kebugaran fisik pegawai, sekaligus menyediakan data dasar untuk menentukan program latihan fisik yang sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing.
"Pengukuran kebugaran ini menjadi bagian dari upaya mendorong pegawai menerapkan pola hidup sehat untuk menjaga produktivitas kerja, termasuk melalui aktivitas fisik secara teratur, dan pengelolaan stres," katanya.
Dalam pelaksanaan, pihaknya akan menggunakan metode Rockport yaitu tes jalan cepat atau lari ringan sejauh 1,6 kilometer untuk mengukur daya tahan jantung dan paru.
Jarak waktu tempuh peserta akan dikonversikan ke dalam nilai VO2 max berdasarkan usia dan jenis kelamin untuk mengetahui tingkat kebugaran kardiovaskular.
Selain pengukuran secara langsung, peserta juga diperkenalkan dengan aplikasi SIPGAR yang dapat dimanfaatkan untuk memantau dan mengukur kebugaran secara mandiri.
"Pemanfaatan aplikasi ini diharapkan membantu pegawai lebih mudah memantau kondisi kebugarannya secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini pegawai diharapkan tidak berhenti pada hasil pengukuran tetapi menjadikannya sebagai dasar untuk melakukan perbaikan gaya hidup," katanya.
Pihaknya membuka kesempatan bagi organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya yang ingin melakukan pengukuran kebugaran bagi pegawai.
"Kalau organisasi perangkat daerah ingin mengukur kebugaran pegawainya, kami siap. Sampai saat ini sudah ada beberapa OPD yang meminta dilakukan pengukuran kebugaran," katanya.
Baca juga: Pemkot Pekalongan sebut realisasi penerimaan PBJT TW II 2026 capai Rp39,9 miliar
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
