Logo Header Antaranews Jateng

Senin, Banjarnegara dan sekitarnya berawan

Senin, 1 Juli 2019 01:49 WIB
Image Print
Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara, Jateng, Setyoajie Prayoedhi. (ANTARA/Wuryanti Puspitasari)
Suhu udara Banjarnegara pada Senin pagi sekitar 15 hingga 23 derajat Celcius

Banjarnegara (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan wilayah Banjarnegara dan kabupaten lain di sekitarnya, seperti Banyumas, Purbalingga, Cilacap, Kebumen, dan Purworejo, Jawa Tengah berawan pada Senin.

"Kondisi cuaca di Banjarnegara dan wilayah sekitarnya umumnya berawan pada Senin," kata Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhie di Banjarnegara, Minggu (30/6).

Sementara di Sragen, Purwodadi, Blora dan Kudus diperkirakan cerah pada Senin pagi.

"Wilayah lainnya di Jawa Tengah pada umumnya cerah berawan pada Senin pagi, seperti Surakarta, Salatiga, Semarang, Pekalongan," katanya.

Selain itu, kata dia, ada potensi terjadi kabut di sejumlah wilayah dataran tinggi pada Senin pagi.

"Suhu udara Banjarnegara pada Senin pagi sekitar 15 hingga 23 derajat Celcius dengan kelembaban sekitar 80 hingga 98 persen," katanya.

Baca juga: BPBD Banjarnegara meningkatkan kesiapsiagaan hadapi cuaca ekstrem

Berdasarkan prakiraan BMKG, tinggi gelombang di Laut Jawa diprakirakan 0,5- 2 meter.

Di perairan selatan Jawa Tengah, tinggi gelombang diprakirakan 1,3-2 meter.

Dia juga mengatakan bahwa Banjarnegara dan kabupaten lain di sekitarnya akan memasuki puncak musim kemarau pada Agustus 2019.

Dia mengatakan, Kabupaten Banjarnegara telah memasuki musim kemarau sejak awal Juni.

"Banjarnegara termasuk dalam kabupaten yang mulai memasuki awal musim kemarau pada bulan Juni, sehingga masyarakat di wilayah setempat diimbau untuk bijak menggunakan air guna mencegah kekeringan," katanya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara menginformasikan hingga saat ini belum ada desa di wilayah setempat yang mengalami kekeringan.

Baca juga: Curah hujan di Banjarnegara diprakirakan masuk kriteria rendah



Pewarta:
Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026