BPBD Banjarnegara meningkatkan kesiapsiagaan hadapi cuaca ekstrem

id bencana,cuaca ekstrem,Banjarnegara,Jateng

BPBD Banjarnegara meningkatkan kesiapsiagaan hadapi cuaca ekstrem

Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhie (FOTO ANTARA/Wuryanti Puspitasari)

Banjarnegara (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara,Jawa Tengah, terus meningkatkan kesiapsiagaan guna menghadapi cuaca ekstrem dan peningkatan curah hujan yang diperkirakan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.

"Kami terus meningkatkan kesiapsiagaan menyusul terjadinya peningkatan curah hujan di wilayah setempat, personel kami juga terus siaga," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara Arief Rahman di Banjarnegara, Senin.

Dia juga mengatakan, pihaknya secara berkala akan meneruskan dan menyosialisasikan informasi cuaca dari Badan Meterorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kepada seluruh masyarakat yang ada di wilayah setempat.

Selain itu, pihaknya juga akan terus melakukan pemantauan secara berkala ke wilayah-wilayah rawan longsor yang ada di Kabupaten Banjarnegara.

Tujuannya, kata dia, sebagai upaya mitigasi atau pengurangan risiko becana dan juga untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Terlebih lagi, kata dia, sebagian daerah di Kabupaten Banjarnegara merupakan wilayah yang rawan bencana tanah longsor khususnya saat musim penghujan dan saat intensitas hujan sedang tinggi.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan adanya potensi cuaca ekstrem pada 26 April hingga 2 Mei 2019 di Provinsi Jawa Tengah termasuk juga di Kabupaten Banjarnegara yang disebabkan adanya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO).

"Berdasarkan informasi dari Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, curah hujan di Jawa Tengah termasuk di juga di Kabupaten Banjarnegara diprakirakan meningkat beberapa hari ke depan," kata Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhi.

Menurut prakiraan BMKG, tambah dia, aktivitas Madden-Julian Oscillation cukup signifikan terjadi dalam periode beberapa hari ke depan.
Fenomena tersebut diperkirakan berdampak pada peningkatan curah hujan.

Aktivitas MJO dapat meningkatkan suplai massa udara basah di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk juga wilayah Provinsi Jawa Tengah.
 

Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar