Owabong target 165 ribu wisatawan

id pariwisata,wisata jawa tengah

Owabong target 165 ribu wisatawan

Direktur Utama Perumda Owabong Hartono (dok. pribadi)

Purbalingga (ANTARA) - Pengelola Objek Wisata Air Bojongsari (Owabong) Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, menargetkan 165 ribu angka kunjungan wisatawan hingga akhir bulan Juni 2019.

"Target kami 165 ribu wisatawan dan kami masih terus berupaya memenuhi target tersebut," kata Direktur Utama Perumda Owabong, Hartono, di Purbalingga, Senin.

Dia menjelaskan, 165 ribu wisatawan merupakan target musim libur Lebaran tahun 2019.

"Namun target Lebaran kami tidak hanya sampai H+7 Lebaran melainkan sampai akhir bulan Juni 2019," katanya.

Sementara itu, menurut data kunjungan wisatawan selama libur Lebaran yang dihimpun dari Pemkab Purbalingga diketahui bahwa dari tanggal 1 hingga 9 Juni, Owabong dikunjungi sekitar 52.325 wisatawan.

Hartono mengatakan, pihaknya optimistis bahwa target 165 ribu wisatawan hingga akhir bulan Juni 2019 akan dapat tercapai.

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Purbalingga, Prayitno mengatakan Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah hingga terus melakukan pengumpulan data terkait jumlah kunjungan wisatawan selama musim Lebaran 2019.

"Kami terus melakukan pengumpulan data, hingga saat ini telah ada 15 pengelola objek wisata yang melaporkan data kunjungan wisatawan selama musim Lebaran," katanya.

Dia menyebutkan, 15 objek wisata yang telah mengirimkan data antara lain Taman Wisata Pendidikan Purbasari Pancuran Mas, Objek Wisata Air Bojongsari (Owabong) Goa Lawa Purbalingga (Golaga), Kolam Renang Tirto Asri Walik, Sanggaluri Park, Bumi Perkemahan Munjulluhur, MTL Jenderal Soedirman.

Selain itu, Jalur Pendakian Gunung Slamet, Pancuran Clibon, Curug Karang, Curug Sumba, Desa Wisata Serang, Wisata Susur Sungai Kedungbenda, Wisata Siregolsuperland dan Desa Wisata Bokol.

Menurut data sementara, kata dia, ada 173.337 wisatawan yang mengunjungi Purbalingga selama musim Lebaran.

"Namun itu baru data sementara, masih banyak pengeloka objek wisata yang belum mengirimkan data wisatawan kepada kami sehingga besar kemungkinan jumlahnya akan terus bertambah," katanya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada pengelola objek wisata yang belum mengirimkan data agar segera melaporkan jumlah kunjungan wisatawan.

 

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar