Tempat istirahat di Tol Semarang-Pekalongan hambat arus balik

id Rest area, tol semarang, Pekalongan, macet

Tempat istirahat di Tol Semarang-Pekalongan hambat arus balik

Pengguna jalan tol rehat di pinggir jalan tol di Batang-Pekalongan, Jateng Senin. (Foto: AZM)

Pekalongan (ANTARA) - Keterbatasan lahan parkir tempat istirahat (rest area) menampung mobil pemudik di jalan tol arah Semarang ke Pekalongan, Jawa Tengah, jadi penghambat arus mobil yang menuju ke arah barat.

Selepas pintu masuk tol Kendal, Senin (10/6) pengemudi harus sabar karena langsung diadang ketersendatan arus lalu lintas.

Lebih dari 25 menit dihabiskan untuk merayap sebelum bisa leluasa menginjak gas lebih dalam setelah melewati tempat istirahat tersebut.
 
Pengguna tol rehat di pinggir jalan tol Batang-Prkalongan, Senin (Foto: AZM)

Ratusan mobil parkir di jalan rest area, namun tidak sedikit yang rehat di pinggir jalan. Beberapa penumpang malah menggelar tikar untuk santap siang dan ngopi di pinggir jalan tol.

Setelah melewati rest area tersebut, pengemudi bisa melajukan mobil lebih kencang, dengan kecepatan di atas 100 km/jam.

Namun, itu tidak berlangsung lama. Setelah melewati 15 km, ketersendatan arus lalu lintas kembali mengadang. Kali ini sumber kemacetan ada di Rest Area 390.

Di tempat istirahat yang belum sepenuhnya selesai dibangun ini, puluhan mobil mengantre di pintu masuk. Selain itu, puluhan mobil juga diparkir berjajar di pinggir jalan depan tempat istirahat tersebut.

Selepas rest area tersebut, sejumlah pengemudi bersama penumpang rehat di pinggir jalan sembari makan, minum, dan rehat.
 
Puluhan mobil diparkir di pinggir jalan depan Rest Area Batang, Senin. (Foto: AZM)

Ketersendatan kembali terulang ketika memasuki Rest Area 344. Kondisinya tidak beda jauh dengan tempat istirahat sebelumnya. Banyak pengemudi dan penumpang rehat di pinggir jalan.

Akibat tersendat, waktu tempuh Semarang-Pekalongan yang biasanya hanya 1 jam, saat itu harus dilalui selama hampir 2 jam.
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar