Warga menggelar tradisi "Bajong Banyu" sambut Ramadhan

id bajong banyu sambut ramadhan di magelang

Warga menggelar tradisi "Bajong Banyu" sambut Ramadhan

Masyarakat Dusun Dawung, Desa Banjarnegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang saling lempar air dalam tradisi "Bajong Banyu" menyambut Ramadhan 1440 H, Rabu (1/5). (ANTARA/Heru Suyitno)

Magelang (ANTARA) - Masyarakat Dusun Dawung, Desa Banjarnegoro, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Rabu, menggelar tradisi "Bajong Banyu" untuk menyambut Bulan Suci Ramadhan 1440 H.

Tradisi saling lempar air yang berlangsung di hamparan tanah lapang Dusun Dawung itu diikuti seluruh warga setempat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Prosesi diawali dengan pengambilan air oleh tokoh masyarakat dan perangkat desa setempat di Sendang Dawung yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi "Bajong Banyu".

Air dari sendang tersebut dibawa dengan sejumlah kendi menuju lokasi prosesi "Bajong Dawung", kemudian dituang ke gentong. Selanjutnya, air dalam gentong tersebut digunakan membasuh muka warga satu per satu air, dituangkan dengan gayung oleh sesepuh dusun.

Usai membasuh muka, warga saling melempar air yang sudah disiapkan di dalam sejumlah kantong plastik.

Dalam rangkaian Bajong Banyu tersebut, juga dipentaskan sejumlah kesenian tradisional.

Koordinator kegiatan itu, Gepeng Nugroho, mengatakan tradisi tersebut mengandung makna membersihkan diri sebelum menjalani ibadah puasa Ramadhan.

"Kegiatan ini wujud dari budaya di kampung kami menjelang Bulan Ramadhan kita adakan acara perang air 'Bajong Banyu', dengan prosesi yang sudah dilakukan sebelumnya mulai dari pengambilan air, kemudian saling membasuh muka masing-masing, kemudian diakhiri dengan saling melempar air antarwarga," katanya.

Ia mengatakan makna kegiatan itu, ketika masyarakat saling menyerang, saling membasahi dengan anggota masyarakat yang lain, tetapi justru mereka bergembira.

"Mereka justru saling memberikan dorongan satu sama lain untuk berbasah-basahan," katanya.

Menurut dia, hal itu seharusnya menginspirasi dalam dinamika berinteraksi sosial masyarakat.

Persoalan di masyarakat, kata dia, pasti ada, tetapi ketika pikiran positif masyarakat dalam berinteraksi sosial hal itu menjadikan mereka hidup rukun.

Seorang warga Dawung, Nuryanto (27), mengaku senang mengikuti tradisi "Bajong Banyu", meskipun harus berbasah-basah.

"Kami selalu mengikuti tradisi saling lempar air ini untuk menyambut Bulan Ramadhan," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar