Potensi tanaman gelagah di Purbalingga menjanjikan

id sapu gelagah purbalingga

Potensi tanaman gelagah di Purbalingga menjanjikan

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Purbalingga Sidik Purwanto. (Foto: Sumarwoto)

Purbalingga (ANTARA) - Potensi tanaman gelagah (Themeda villosa) di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, cukup tinggi, kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Purbalingga Sidik Purwanto.

"Berdasarkan data, di Kabupaten Purbalingga terdapat sekitar 860 hektare lahan yang ditanami gelagah, baik lahan milik masyarakat maupun Perhutani. Produksinya sekitar 350 ton per tahun," katanya di Purbalingga, Senin.

Akan tetapi dari potensi tersebut, kata dia, tanaman gelagah yang dimanfaatkan oleh warga Purbalingga baru mencapai kisaran 60-70 persen sedangkan sisanya dikirim ke Kabupaten Pemalang, Wonosobo, dan Magelang.

Dalam hal ini, lanjut dia, tanaman gelagah tersebut dimanfaatkan sebagai bahan baku kerajinan sapu yang ditekuni warga di sejumlah wilayah Purbalingga, antara lain Karangreja, Karangjambu, Karangmoncol, Bojongsari, dan Padamara.

"Kami berharap ke depan, potensi tanaman gelagah tersebut dapat dimanfaatkan seluruhnya oleh pengrajin sapu yang ada di Kabupaten Purbalingga," katanya.

Menurut dia, hal itu disebabkan peluang ekspor sapu gelagah cukup besar terutama untuk negara India, Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan.

Bahkan, kata dia, sebagian sapu gelagah yang diproduksi pengrajin yang ada di Kabupaten Purbalingga telah diekspor ke negara-negara tersebut selain untuk memenuhi kebutuhan domestik.

"Namun, kami belum memiliki data volume ekspor sapu gelagah tersebut karena ada beberapa pengrajin yang ekspornya dilakukan melalui pihak ketiga meskipun ada pula yang dilakukan secara langsung," katanya.

Gelagah merupakan tanaman sejenis rumput yang tingginya mencapai 1-2 meter dan dapat tumbuh di berbagai jenis tanah dengan ketinggian 0-1.700 meter di atas permukaan laut.

Bagian tanaman gelagah yang dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan sapu, yakni kembangnya yang sudah dikeringkan dan dibersihkan.

Harga sapu gelagah berkisar Rp8.000-Rp17.000 untuk pasar lokal dan Rp20.000-Rp40.000 untuk pasar ekspor yang tergantung pada modelnya. ***1***
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar