Kudus targetkan bebas AIDS pada 2030

id kudus optimistis, capai target, bebas kasus aids, 2030

Kudus targetkan bebas AIDS pada 2030

KUDUS - Sejumlah pengurus Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kudus, Jawa Tengah, dilantik oleh Bupati Kudus Muhammad Tamzil, Senin (11/2). (FOTO: Akhmad Nazaruddin Lathif)

 Kudus (Antaranews Jateng) - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, optimistis bisa mencapai target bebas dsri penyakit HIV/AIDS pada 2030, menyusul terbentuknya susunan pengurus Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD), Senin.
     
"Dengan terbentuknya pengurus KPAD, diharapkan bisa turut serta menurunkan angka kasus penyakit mematikan tersebut," kata Bupati Kudus Muhammad Tamzil di sela-sela pelantikan anggota Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Kudus di ruang Pertemuan Setda Kudus, Senin.
   
 Ia berharap upaya penanggulangan HIV/AIDS di Kudus nantinya semakin menunjukkan perbaikan.
   
 Sebanyak 70 orang yang menjadi pengurus KPAD Kudus, diharapkan turut berperan menyadarkan masyarakat kelompok rentan untuk melakukan deteksi dini.
   
 "Mereka harus saling berkoordinasi dalam upaya menekang angka kasus penularan HIV/AIDS," ujarnya.
   
 Langkah tersebut, dinilai sangat penting bagi orang dengan HIV/AIDS (odha) untuk segera mendapatkan pengobatan sehingga jumlah virus di dalam darahnya bisa menurun dan risiko penularan ke orang lain juga berkurang.
   
 Selain itu, OPD juga diajak melakukan sosialisasi pencegahan, termasuk di lingkungan kerja serta masyarakat.
     
"Jika masyarakat di Kudus masih sangat tertutup soal HIV/AIDS, maka stigma odha juga masih sangat buruk. Langkah yang harus ditempuh tentunya meningkatkan pemahaman masyarakat," ujarnya.
   
 Ia mengingatkan kepada seluruh lapisan masyarakat supaya bisa menjaga diri masing-masing dengan tidak mudah terjerumus ke dalam pergaulan negatif, seperti pergaulan bebas serta penyalahgunaan obat-obatan.
     
Sementara itu, Sekertaris KPA Jateng Zaenal Arifin menambahkan stigma masyarakat yang negatif kepada odha serta masih tertutupnya masyarakat terkait penyakit mematikan tersebut memang masih menjadi kendala sehingga mengharuskan penanganan lintas sektoral.
     
Adanya pelantikan pengurus KPAD Kudus, dia mengapresiasi karena Pemkab Kudus bersedia menghidupkan kembali KPA yang sejatinya sudah ada sejak lama.
   
 Ia berharap pengurus KPAD yang baru segeran menyusun perencanaan untuk memulai melakukan langkah nyata guna menanggulangi penyebaran virus berbahaya tersebut.
   
 "Saya harap semua bidang mau bekerjasama dalam menekan penularannya," ujarnya. 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar