
Sandiaga janji berdayakan petani

Kami pastikan pupuk didistribusikan dengan lancar, harga obat-obatan pertanian juga terjangkau, dan kartu tani akan kami evaluasi
Demak (Antaranews Jateng) - Calon Wakil Presiden RI nomor urut 2, Sandiaga Salahuddin Uno berjanji memberdayakan petani agar tidak bergantung produk pertanian yang berharga mahal serta mengevaluasi penggunaan kartu tani.
"Jika saya dan Prabowo Subianto diberi amanat untuk melayani masyarakat, kami tentu akan berkomitmen memberdayakan petani, termasuk menyediakan pupuk organik yang sesuai kebutuhan petani dengan menggunakan teknologi modern," ujarnya saat mengunjungi Pasar Bintoro Demak, Kamis.
Apalagi, kata dia, sumber daya yang tersedia cukup melimpah.
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut, juga menyatakan komitmen memperbaiki sistem distribusi pupuk kepada petani.
"Kami pastikan pupuk didistribusikan dengan lancar, harga obat-obatan pertanian juga terjangkau, dan kartu tani akan kami evaluasi," ujarnya.
Selain itu, untuk menyejahterakan petani sekaligus menstabilkan harga di pasar, Sandi juga berjanji tidak akan melakukan impor saat musim panen.
"Harga di pasar saat relatif stabil, tetapi di tingkat petani anjlok. Ini yang akan kami benahi dan dipastikan harga stabil dan pasar tradisional menjadi pusat perekonomian rakyat," ujarnya.
Demikian halnya, untuk komoditas cabai yang sempat memunculkan aksi unjuk rasa para petani di Kabupaten Demak.
Rantai distribusinya, kata dia, harus disederhanakan, terbuka, dan transparan sehingga tidak terjadi kekecewaan para petani.
Dalam kunjungannya ke pasar tradisional di Demak tersebut, Sandiaga mendapat penyambutan meriah dari para pedagang dan pembeli.
Sandi juga berdialog dengan penjual sayur mayur, Samsuri.
Menurut Samsuri harga cabai merah di pasar memang sempat turun, namun harganya saat ini cenderung stabil untuk berbagai jenis cabai.
"Ini agak berbeda dengan nasib para petani yang sempat demo dengan membuang cabainya ke jalan, karena harganya jatuh," ujarnya.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
