Sandiaga siap gerakkan ekonomi umat

id sandiaga berjanji,untuk menggerakkan,ekonomi umat

Sandiaga siap gerakkan ekonomi umat

REMBANG - Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno saat bersilaturahmi di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Wahdah Jalan Sumber Girang, Lasem, Kabupaten Rembang, Jateng, Jumat (11/1). (FOTO: Dokumentasi)

 Rembang (Antaranews Jateng) - Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan siap menggerakkan ekonomi umat, pemberdayaan pesantren dan mencetak santripreneur sebagai salah satu program yang hendak direalisasikan ketika amanat menjadi pelayan masyarakat 2019-2024 diberikan kepadanya bersama Prabowo Subianto.

"Hal itu menjadi pekerjaan rumah paling besar bagi Indonesia, yakni reformasi ekonomi umat dan menggerakkan ekonomi rakyat," ujar Sandiaga Salahuddin Uno saat bersilaturahmi di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Wahdah Jalan Sumber Girang, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jateng, Jumat.

Sandi diterima dengan hangat pengasuh Ponpes Al Wahdah Gus Affas Baidhowi.

Hadir pula Kiai Najih Maimun Zuber dan Kiai Wafi Maimun dari Sarang, Gus Aam Wahib dari Surabaya dan Gus Sholah Banyuwangi.

Untuk itu, lanjut dia, dibutuhkan pemerintahan yang kuat dengan kepemimpinan yang tegas dalam menjalankan program tersebut.

Menurut Sandi pesantren merupakan sektor penting dalam ekosistem perjalanan ekonomi bangsa ini.

Selain itu, lanjut dia, pesantren juga berperan penting dalam menggerakkan ekonomi umat karena hingga kini perannya masih terasa denyutnya, menyusul beberapa pesantren sudah mandiri, berdiri sendiri dengan swasembada pangan, energi bahkan air.

"Dalam perjalanan menyerap aspirasi, saya melihat beberapa pesantren mampu mandiri memenuhi kebutuhan hidup para santrinya dengan memanfaatkan lahan yang ada. Dari sayur-mayur, ikan, tebu hingga air. Bahkan ada yang menggunakan energi surya untuk memenuhi kebutuhan listrik pesantren tersebut," ujarnya.

Ia menganggap satu persen dari populasi Indonesia menguasai lebih 50 persen ekonomi.

"Kami berjanji akan mengurangi ketimpangan yang ada. Kebijakan yang sangat liberal, membuat yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. Serta utang semakin besar, dominasi asing, serta kepentingan asing yang semakin terasa," ujarnya.

Untuk mengurangi ketergantungan terhadap asing, di antaranya dengan memberdayakan potensi ekonomi Indonesia.

"Industri halal berpotensi menghasilkan pendapatan hingga ribuan triliun. Indonesia masih nomor lima dan Indonesia dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia tentunya memiliki potensi besar. Saya akan urus betul pesantren," ujarnya.

Republik ini, kata dia, memiliki utang besar pada pesantren sehingga akan dijadikan kawah? candradimuka pemimpin bangsa ini dan mencetak para santri yang menciptakan lapangan kerja bukan mencari kerja. 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar