Guru SDN Mangunharjo Semarang harus cari siswa baru

id sdn mangunharjo, guru cari siswa baru

Guru SDN Mangunharjo Semarang harus cari siswa baru

Slamet, Kepala Sekolah SDN Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang. (Foto: Achmad Zaenal M)

Semarang (Antaranews Jateng) -  Kegembiraan memecah sunyi di Sekolah Dasar Negeri Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, ketika puluhan anak keluar dari kelas bersamaan dengan berakhirnya jam pelajaran, Selasa (30/10) siang.

Sesaat kemudian mereka menghampiri Kepala Sekolah SDN Mangunharjo, Slamet, yang juga keluar dari ruangannya. Dalam keceriaannya, anak-anak berseragam putih-merah itu mengulurkan tangan untuk menyalami kepala sekolah.

Mungkin tidak sepenuhnya tepat menyebut semua anak berseragam putih-merah karena tidak sedikit baju mereka yang sudah berubah warna menjadi kusam dan kecoklatan. 
 
Kepala SDN Mangunharjo bersama siswa usai jam pelajaran sekolah (Foto: Achmad Zaenal M)

"Sebagian besar siswa di sini memang anak nelayan, sedangkan ibunya bekerja menjadi tenaga kerja wanita. Bnyak anak yang diasuh oleh kakek-neneknya," ujar Slamet ketika ditemui di SDN Mangunharjo.

Meski Mangunharjo merupakan bagian dari Kota Semarang, yang saat ini tengah bersolek untuk mempercantik wajah kota, para siswa SDN Mangunharjo memang jauh dari stereotip siswa perkotaan. Tidak ada deretan sepeda motor atau mobil yang menjemput mereka. Di sudut bangunan sekolah, belasan sepeda siswa diparkir.

Meski demikian, menurut Slamet, semangat belajar mereka belakangan ini kian tinggi. Apalagi selama 2 tahun terakhir ini sejumlah siswa meraih prestasi tingkat kecamatan bahkan Kota Semarang.

Slamet yang baru 2 tahun memangku jabatan Kepala Sekolah SDN Mangunharjo menceritakan perjuangannya agar setiap tahun mendapatkan siswa baru. 

"Setiap tahun ajaran baru kami paling dapat 16 atau 17 siswa. Itu pun kami harus datang dari rumah ke rumah," katanya.

Guru-guru mendatangi rumah-rumah penduduk sekitar merupakan ritual setiap penerimaan siswa baru. Kalau di sekolah lain mendaftarkan secara daring (online), di sekolah ini masih manual. Syaratnya, orang tua hanya menyerahkan fotokopi kartu keluarga.

"Kalau pakai pendaftaran siswa baru secara online, ya tidak bisa. Jadi, kami harus mendatangi satu persatu rumah yang memiliki anak usia sekolah," kata pria asal Pemalang, Jateng.
 
Bangunan SDN Mangunharjo (Foto: Achmad Zaenal M)

Ia mengatakan jumlah anak usia wajib sekolah di sekitar SDN Mangunharjo memang sedikit. Dari yang sedikit itu, sebagian besar tidak bisa melanjutkan ke jenjang hingga sekolah menengah atas. 

SDN Mangunharjo sejak dulu memang langganan kebanjiran. Namun, sejak dua tahun lalu digantikan bangunan baru dengan ditinggikan 1,5 meter. "Sekarang banjir tidak masuk kelas lagi, tapi halaman tetap banjir bila musim hujan," katanya.

Karena jumlah siswa (kelas 1 hingga 6) hanya 105 orang, sekolah ini hanya mempekerjakan enam guru kelas, satu guru agama, dan satu guru olahraga.



 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar