Menristek: UPVC cocok untuk rumah tahan gempa

id menristek,rumah tahan gempa

Menristek: UPVC cocok untuk rumah tahan gempa

Kendal - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir saat meninjau PT Terryham Proplas Indonesia (Kends UPVC) di Kabupaten Kendal, Rabu (19/9). (Foto: Zuhdiar Laeis)



Kendal (Antaranews Jateng) - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI, Muhammad Nasir membuka peluang riset terhadap "unplasticized poly vynil chloride" (UPVC) yang cocok untuk pembuatan rumah tahan gempa.



"Yang namanya berbahan UPVC jauh lebih tahan gempa dari pada tembok. Itu sudah pasti," katanya saat meninjau PT Terryham Proplas Indonesia (Kends UPVC) di Kabupaten Kendal, Rabu.



Sebagai suatu material turunan plastik, UPVC yang biasanya digunakan untuk produk kusen pintu dan jendela sebagai pengganti bahan baku kayu masih terhitung langka di Indonesia.



Dengan berbagai kelebihannya, Nasir mendorong riset pengembangan UPVC untuk pembuatan rumah tahan gempa, mengingat Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan bencana gempa bumi.



"Bagaimana caranya dikembangkan. Misalnya, konstruksinya baja, kemudian semua dinding menggunakan UPVC. Kalau bergerak (gempa, red.), akan bisa kembali lagi. Seperti rumah-rumah di Jepang," katanya.



Pengembangan rumah tahan gempa sangat penting, kata dia, terutama di daerah "ring of fire" di Indonesia yang masuk lingkaran api Pasifik sehingga sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi.



"Seperti, Sumatera bagian barat, Jawa bagian selatan, Bali, kemudian daerah selatan, NTB, NTT, Maluku, kemudian berputar ke Sulawesi bagian timur," kata Guru Besar Ekonomi Universitas Diponegoro Semarang itu.



Nasir mengapresiasi Kends UPVC sebagai industri swasta yang mengembangkan riset di bidang UPVC untuk memenuhi kebutuhan masa depan pembangunan di Indonesia, seiring kian langkanya kayu.



"Pembangunan selama ini biasanya untuk kusen, papan, semuanya kan tergantung pada kayu. Kalau kayu dipotong merusak lingkungan. Bagaimana kayu supaya tidak dipotong, tetapi pembangunan jalan terus," katanya.



Kehadiran UPVC sebagai pengganti kayu, kata dia, sangat penting yang tentunya perlu diikuti dengan inovasi-inovasi ke depan agar produk Kends UPVC bisa menjadi kebutuhan utama untuk material bangunan.



"Kends UPVC sebagai perusahaan lokal jadi bisa bersaing dengan perusahaan-perusahaan luar negeri, seperti China, Korea Selatan, Taiwan, dan negara-negara lainnya," kata Nasir.



Sementara itu, Direktur PT Terryham Proplas Indonesia (Kends UPVC) Syamsunar menjelaskan UPVC memiliki perbedaan dibandingkan plastik meski merupakan produk turunan dari plastik.



"Namanya kan UPVC, PVC dengan U-nya kan `unplasticized`, yakni sifat plastik dihilangkan. Jadi, lebih tahan api, dan juga kedap suara. Cocok untuk pengantin baru," candanya.



Untuk bahan baku, kata dia, Kends UPVC terus berupaya mencukupi kebutuhan komponen dari lokal dengan melakukan serangkaian riset, termasuk menggandeng kalangan sekolah menengah kejuruan (SMK).



"Dalam pelatihan, kami bekerja sama dengan 12 SMK. Tetapi, yang aktif hanya sembilan SMK, seperti di Brebes dan Batang. Siswa yang pernah latihan di sini, ada yang sudah ikut ke sini bekerja," katanya.



Meski produk UPVC di pasaran selama ini dibanjiri produk dari Tiongkok, Syamsunar optimistis Kends UPVC bisa bersaing dan merebut pasar dengan terus meningkatkan kualitas produk.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar