
Bertambah, calhaj Banyumas yang meninggal

Purwokerto (Antaranews Jateng) - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kembali menerima laporan mengenai satu orang calon haji (calhaj) asal wilayah setempat yang meninggal dunia sebelum jadwal keberangkatan ke Tanah Suci.
"Kami sudah menerima laporan, bahwa Calhaj atas nama Siti Maliah(53) meninggal dunia karena penyakit jantung," kata Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Kantor Kementerian Agama Banyumas Amirudin, di Purwokerto, Rabu.
Sebelumnya, pada awal Juli 2018 juga mendapat laporan satu orang Calhaj meninggal dunia atas nama Sundari (52) karena penyakit diabetes.
"Dengan demikian, hingga saat ini sudah menerima dua laporan menggenai Calhaj yang meninggal dunia," katanya.
Dengan demikian, kata dia, berdasarkan perkembangan terkini, Kemenag Banyumas akan memberangkatkan 1.112 Calhaj pada Agustus 2018.
Dia mengemukakan, Calhaj asal Banyumas akan terbagi dalam beberapa kelompok terbang (Kloter) yakni 89, 90, 91, 92 dan 93.
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas akan memberangkatkan jemaah calon haji (JCH) asal wilayah tersebut mulai 13 Agustus 2018.
Sebelumnya akan dilaksanakan praktik manasik haji secara massal pada 26 Juli di GOR Satria Purwokerto.
Sementara itu, berdasarkan peraturan yang berlaku, Calhaj yang meninggal dunia sebelum sempat berangkat ke Tanah Suci bisa digantikan oleh ahli warisnya.
"Apabila ada Calhaj yang meninggal dunia setelah melakukan pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), maka bisa digantikan ahli warisnya," katanya.
Kendati demikian, ahli waris dari Siti Maliah dan Sundari, baru bisa diberangkatkan pada 2019.
"Kalau ikut keberangkatan pada 2018, ini sepertinya tidak memungkinkan karena waktu keberangkatan sudah mendesak , sedangkan ahli warisnya belum mengurus dokumen, visa dan lain sebagainya sehingga kemungkinan besar ikut keberangkatan pada 2019," katanya.
Pewarta: Wuryanti Puspitasari
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
