Logo Header Antaranews Jateng

Gelar budaya Selokromo jadi daya tarik wisatawan

Senin, 14 Mei 2018 19:36 WIB
Image Print
Salah satu grup kesenian tampil dalam gelar budaya dan seni bertajuk Selokromo Gumregut, (Dinas Kominfo Kabupaten Wonosobo)

Wonosobo (Antaranews Jateng) - Gelar budaya dan seni bertajuk Selokromo Gumregut yang digelar warga Desa Selokromo, Leksono, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah diharapkan menjadi daya tarik wisata.

Bupati Wonosobo Eko Purnomo di Wonosobo, Senin, mengaku kagum dengan inisiatif warga dan Pokdarwis Selo Nyawiji yang berkeinginan untuk mempromosikan kekayaan seni dan budaya mereka kepada masyarakat luas melalui kegiatan itu.

Ia menyampaikan hal itu saat menutup gelar budaya yang berlangsung selama tiga hari di halaman Balai Desa Selokromo, Kecamatan Leksono.

"Inisiatif seperti yang dilakukan warga Desa Selokromo ini saya nilai positif dan selayaknya menjadi teladan bagi desa-desa lain di Kabupaten Wonosobo, agar sektor wisata desa semakin berkembang dan mampu menjadi pengungkit perekonomian masyarakat," katanya.

Bupati Purnomo yang dalam kesempatan tersebut menyerahkan bantuan untuk pengembangan wisata dan seni khas desa, berharap agar kegiatan yang menjadi media promosi efektif tersebut dapat digelar secara rutin, paling tidak setahun sekali.

Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Wonosobo One Andang Wardoyo mengatakan adanya kekompakan warga desa beserta para pemuda Selokromo dalam kegiatan gelar budaya Selokromo Gumregut, menunjukkan antusiasme masyarakat untuk melestarikan budaya dan kesenian khas.
"Kami di Dinas Pariwisata dan Budaya tentu sangat bersyukur dengan masih adanya keinginan dan semangat warga desa untuk mengembangkan kesenian dan budaya asli daerah," katanya.

Ia menuturkan upaya mengangkat potensi seni dan budaya sebagai salah satu daya tarik wisata tidak mudah sehingga perlu didukung semua pihak.

"Selain kesenian dan kebudayaan khas, perlu juga dukungan dari warga untuk mengembangkan potensi lain seperti kuliner agar wisatawan mendapatkan kesan positif lain ketika mengunjungi Selokromo," katanya.

Ketua Pokdarwis Selo Nyawiji Winarni mengakui pihaknya menggelar Selokromo Gumregut demi menyebarluaskan potensi kesenian yang dimiliki desa.

"Ada lebih dari 14 kelompok kesenian tradisional dan modern yang eksis di Selokromo dan hal ini kami akomodasi untuk tampil di gelar budaya ini," katanya.

Dalam kegiatan tersebut, pihaknya juga mengajak sejumlah pegiat media sosial untuk turut membantu promosi agar Selokromo makin dikenal luas dan menjadi tujuan wisata, baik wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Ia menyebutkan sejumlah kesenian yang tampil dalam Selokromo Gumregut, yakni karawitan dan campursari Kesengsem, grup calung angklung Gema Sela Satria, Daeng Sedya Manunggal, Kuda Kepang Putri Sri Murni, grup karawitan dan wayang Othok Obrul Jatayu, grup tek-tek Bamby Laras, grup rebana Salni, grup musik dangdut New Sella, dan grup akustik The Boyong.



Pewarta:
Editor: Mugiyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026