Logo Header Antaranews Jateng

Tinggi gelombang perairan selatan Jateng 7 meter

Minggu, 22 April 2018 14:56 WIB
Image Print
Peta prakiraan tinggi gelombang perairan selatan Jateng dan DIY. (Foto: BMKG)

Cilacap (Antaranews Jateng) - Tinggi gelombang di perairan selatan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya wilayah Samudra Hindia berpeluang mencapai 7 meter, kata Pengamat Cuaca Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cilacap Rendi Krisnawan.

"Tinggi gelombang tersebut umumnya terjadi akibat peningkatan kecepatan angin yang berembus dari Benua Australia ke arah barat dan barat daya. Kecepatannya mencapai 30 knots atau sekitar 60 kilometer per jam," katanya di Cilacap, Jateng, Minggu.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi karena kondisi tersebut diprakirakan masih akan berlangsung hingga dua atau tiga hari ke depan.

Terkait dengan peringatan dini tersebut, dia mengatakan tinggi gelombang di wilayah pantai selatan Cilacap, Kebumen, Purworejo, dan Yogyakarta diprakirakan berkisar 2,5--4 meter.

Sementara tinggi gelombang di wilayah Samudra Hindia selatan Jateng dan DIY diprakirakan berkisar 4--7 meter.

"Kami mengimbau nelayan dan operator kapal-kapal yang melintas di wilayah perairan selatan Jateng dan DIY untuk waspada serta berhati-hati karena tinggi gelombang tersebut berbahaya bagi pelayaran," katanya.

Selain itu, kata dia, bagi wisatawan yang berkunjung ke pantai terutama wilayah pantai yang terhubung langsung dengan laut lepas diimbau untuk tidak mandi atau berenang karena gelombang tinggi dapat terjadi sewaktu-waktu.

"Wisatawan diimbau untuk tidak bermain air atau mandi di pantai karena tinggi gelombang 2,5--4 meter sangat berbahaya," tegasnya.



Pewarta:
Editor: Mugiyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026