Logo Header Antaranews Jateng

Pemkab Banyumas segera perbaiki 110 ruas jalan

Rabu, 21 Maret 2018 21:21 WIB
Image Print
Salah satu ruas jalan ruas di Kabupaten Banyumas yang akan segera diperbaiki. (Foto: Dok. Humas Pemkab Banyumas)

Purwokerto (Antaranews Jateng) - Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, akan segera memperbaiki 110 ruas jalan, kata Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Banyumas Akhmad Taufik.

"Kami telah mengajukan lelang 109 kegiatan untuk 110 ruas jalan dengan nilai lebih dari Rp116 miliar untuk dimasukkan dalam proses lelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP) melalui Layanan Pengadaan Secara Ektronik," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu.

Menurut dia, perbaikan akan dilakukan karena kondisi sebagian ruas jalan sudah rusak dan sisanya berupa kegiatan pelebaran.

Ia mengakui jika saat ini ada tiga ruas jalan yang menjadi sorotan masyarakat karena kondisinya rusak berat dan sudah masuk dalam pengajuan lelang tahap pertama.

Ketiga ruas jalan tersebut, yakni Jalan Ketapang Indah yang menghubungkan Desa Gununglurah dan Desa Jipang dengan alokasi anggaran Rp7,3 miliar, jalan penghubung Kecamatan Karanglewas dan Kecamatan Kedungbanteng dengan alokasi anggaran Rp4,6 miliar, serta Jalan Sultan Agung-Sangkalputung dengan alokasi anggaran Rp14 miliar.

"Sebagian besar ruas jalan yang akan diperbaiki sudah memasuki tahap evaluasi untuk menentukan pemenang. Apabila tidak gagal lelang, paling lambat pertengahan bulan April sudah ada penandatanganan kontrak," katanya.

Terkait dengan hal itu, ia mengharapkan masyarakat sabar menunggu perbaikan jalan karena pelaksanaan kegiatan harus melalui prosedur yang benar dengan cara lelang sehingga membutuhkan waktu.

Dalam kesempatan terpisah, Sekretaris ULP Kabupaten Banyumas Taufiq mengatakan kegiatan perbaikan terhadap tiga ruas jalan yang menjadi sorotan masyarakat telah memasuki tahap evaluasi.

"Bahkan, sekitar tanggal 5-6 April 2018 dapat diketahui pemenangnya, sehingga bisa dilanjutkan dengan penandatanganan kontrak," katanya.

Selama ini, kami sudah menerapkan pengadaan secara elektronik untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha yang sehat, memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan, mendukung proses monitoring dan audit, serta memenuhi kebutuhan akses informasi terbaru, tambah dia.



Pewarta:
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026