
Pemkot Semarang percepat perbaikan jalan Kalipancur Ngaliyan

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) mempercepat penanganan kerusakan Jalan Kalipancur dan Jalan Abdulrahman Saleh di Kecamatan Ngaliyan yang belakangan menjadi perhatian masyarakat di media sosial.
Kepala DPU Kota Semarang Suwarto di Semarang, Senin, mengatakan telah memastikan bahwa penanganan terus dilakukan sesuai tingkat kerusakan di lapangan, sekaligus sebagai bentuk respons atas keluhan masyarakat.
Ia mengatakan sebagian ruas Jalan Candi Penataran Raya, Kalipancur telah selesai dilakukan perbaikan dan pengaspalan.
Sedangkan, titik lain yang mengalami kerusakan lebih berat segera ditangani melalui penguatan struktur jalan sebelum dilakukan pengaspalan agar hasil perbaikan lebih kuat dan tahan terhadap beban kendaraan bertonase besar.
Berdasarkan hasil evaluasi lapangan, menurut dia, kerusakan di Jalan Kalipancur dan Jalan Abdulrahman Saleh dipengaruhi tingginya intensitas kendaraan angkutan material yang melintasi kedua ruas tersebut sebagai akses menuju dan dari kawasan galian di wilayah Kalipancur.
Karena itu, metode penanganan disesuaikan dengan tingkat kerusakan pada setiap lokasi.
"Penanganan kami sesuaikan dengan tingkat kerusakan di lapangan. Untuk kerusakan ringan dilakukan penutupan lubang atau 'patching'," katanya.
Untuk kerusakan sedang hingga berat ditangani melalui perbaikan perkerasan maupun rekonstruksi struktur jalan berdasarkan hasil evaluasi teknis.
"Seluruh pekerjaan dilaksanakan berdasarkan hasil survei lapangan," katanya.
Ia menjelaskan DPU juga segera melakukan pekerjaan patching di Jalan Abdulrahman Saleh, tepatnya di depan SMP H Isriati.
Adapun pada beberapa titik di Jalan Kalipancur yang mengalami kerusakan berat, penanganan dilakukan melalui penggalian badan jalan, pemasangan cerucuk bambu.
Kemudian, pengisian material lapis pondasi agregat (LPA), kemudian dilanjutkan dengan pengaspalan untuk memperkuat struktur jalan.
Selain mempercepat perbaikan, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait dalam penanganan kendaraan angkutan material yang melintasi ruas tersebut agar upaya yang dilakukan tidak hanya memperbaiki dampak kerusakan, tetapi juga mendukung penanganan faktor penyebabnya.
"Kami mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam menyampaikan informasi kondisi jalan. Masukan tersebut sangat membantu percepatan identifikasi kerusakan sehingga penanganan dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan terukur," katanya.
Ia memastikan penanganan akan terus dilanjutkan pada titik-titik yang masih mengalami kerusakan berdasarkan hasil survei teknis.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur secara berkelanjutan.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
