
Pemkab Kudus siapkan Rp5 miliar untuk memperbaiki semua jalan rusak

Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menyiapkan anggaran sebesar Rp5 miliar dari APBD 2026 untuk memperbaiki seluruh ruas jalan yang mengalami kerusakan melalui program pemeliharaan rutin jalan.
"Anggaran Rp5 miliar memang kurang ideal, karena idealnya untuk anggaran perbaikan rutin dengan luas wilayah di Kabupaten Kudus mencapai Rp15 miliar. Namun di tengah efisiensi anggaran, kita optimalkan anggaran yang ada untuk memperbaiki semua jalan yang rusak," kata Bupati Kudus Samani Intakoris saat mengecek kesiapan material perbaikan jalan di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus, Rabu.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Kudus didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kudus Dwi Agung Hartono serta Kepala Dinas PUPR Kudus Harry Wibowo.
Samani menjelaskan pengecekan dilakukan untuk memastikan kesiapan tim dan material dalam mendukung program pemeliharaan rutin jalan di seluruh wilayah Kabupaten Kudus.
"Hari ini kita mengecek dapurnya PUPR, bukan memasak makanan, tetapi memasak aspal dalam rangka pemeliharaan rutin jalan-jalan di seluruh Kabupaten Kudus," ujarnya.
Ia mengungkapkan Dinas PUPR telah membentuk empat tim pemeliharaan jalan yang masing-masing beranggotakan 10 hingga 12 personel. Tim tersebut bertugas menangani kerusakan jalan secara bertahap sesuai tingkat prioritas.
Menurut dia, prioritas perbaikan akan difokuskan pada ruas jalan dengan lalu lintas harian rata-rata yang tinggi, terutama di kawasan perkotaan serta jalur penghubung antar kecamatan dan antar desa yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten.
Selain itu, Pemkab Kudus juga akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat untuk menangani kerusakan jalan yang berada di bawah kewenangan mereka.
"Bukan hanya jalan kabupaten, termasuk jalan provinsi maupun jalan nasional. Nanti kita koordinasi dengan pemangku kepentingan agar bisa bersama-sama melakukan penanganan," ujarnya.
Meski kondisi kemantapan jalan di Kabupaten Kudus saat ini mencapai sekitar 92,9 persen dari total panjang 538 kilometer, kata Samani pemeliharaan rutin tetap diperlukan karena kondisi jalan akan terus mengalami penurunan kualitas seiring usia dan pengaruh cuaca.
"Jalan itu ada umurnya. Ketika satu tahun ini kondisi mantap, tahun berikutnya bisa turun menjadi setengah mantap, kemudian rusak ringan, rusak sedang hingga rusak berat. Ini harus kita jaga terus supaya kondisinya tetap baik," ujarnya.
Ia mengakui metode tambal sulam yang dilakukan terkadang belum memberikan kenyamanan maksimal bagi pengguna jalan. Namun langkah tersebut dinilai lebih baik dibanding membiarkan lubang jalan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.
"Daripada jalan berlubang dan mengakibatkan kecelakaan, lebih baik kita pelihara. Mungkin agak bergelombang sedikit, tetapi masyarakat tetap bisa menggunakan jalan dengan baik dan lancar," ujarnya.
Samani juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan kerusakan jalan melalui berbagai kanal pengaduan yang disediakan pemerintah daerah, baik melalui layanan Wadul K1-K2, Dinas PUPR, maupun portal pengaduan yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kudus.
"Kami siap melayani masyarakat sebaik-baiknya. Namun kami mohon maaf apabila ada aduan yang belum bisa langsung ditindaklanjuti karena harus menunggu antrean penanganan sesuai prioritas," ujarnya.
Baca juga: Jalan masuk Kota Kudus kini mulus setelah dibantu pusat Rp20 miliar
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
