Logo Header Antaranews Jateng

Bulog Pati gandeng 75 untuk serap gabah-beras petani

Senin, 5 Maret 2018 19:53 WIB
Image Print
PATI - Seorang petugas dari Perum Bulog Subdivre II Pati, Jawa Tengah, tengah melakukan pengecekan beras di gudang beras milik Bulog Pati. (Foto: Akhmad Nazaruddin Lathif) (Foto: Akhmad Nazaruddin Lathif/)

Pati (Antaranews Jateng) - Perum Bulog Subdivre II Pati, Jawa Tengah, mulai melakukan penyerapan beras petani dengan menggandeng 75 mitra Bulog yang bertugas melakukan penyerapan beras maupun gabah petani di berbagai daerah.

"Untuk kontrak awal dengan para mitra Bulog beras yang bisa diserap sebanyak 3.100 ton," kata Kepala Perum Bulog Subdivre II Pati Muhammad Taufiq di Pati, Senin.

Dari kontrak awal sebanyak itu, lanjut dia, hingga pekan ini diperkirakan sudah terserap sebanyak 1.000 ton setara beras.

Ia memperkirakan, jumlah beras yang diserap akan bertambah, menyusul harga beras di pasaran mulai turun.

Sementara harga dalam penyerapan gabah petani, kata Taufiq, berdasarkan fleksibilitas harga untuk gabah kering panen (GKP) sebesar Rp4.450 per kilogram dan beras sebesar Rp8.760/kg.

Patokan harga tersebut, tentunya berbeda jauh dengan Inpres nomor 5/2015 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras dan Penyaluran Beras Oleh Pemerintah yang merupakan inpres terakhir soal HPP gabah dan beras, HPP untuk GKP ditetapkan sebesar Rp3.700 per kilogramnya, sedangkan untuk gabah kering giling sebesar Rp4.600/kg dan beras sebesar Rp7.300/kg.

Terkait penyerapan beras dari TNI, katanya, Bulog Pati masih menunggu.

"TNI juga bisa bekerja sama dengan mitra yang memiliki fasilitas yang lengkap, mulai dari mesin pengering, lantai jemur, gudang penyimpangan hingga fasilitas penunjang lainnya," ujarnya.

Untuk penyerapan beras tahun 2018, Perum Bulog Subdivre II Pati dibebani target sebanyak 100.000 ton.

"Kami akan berupaya maksimal bisa memenuhi target penyerapan beras sebanyak itu," ujarnya.

Target tersebut masih lebih rendah dengan target penyerapan beras selama 2017 sebanyak 102.000 ton.

Hanya saja, target penyerapan selama 2017 hanya terealisasi 75 persen.

Sementara harga jual beras di tingkat konsumen untuk saat ini untuk jenis IR-64 premium mencapai Rp11.000/kg dan IR-64 medium sebesar Rp8.500/kg.



Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026