
PKL ditenggat pindah awal Maret

Semarang (Antaranews Jateng) - Dinas Perdagangan Kota Semarang memberikan tenggat waktu bagi pedagang kaki lima (PKL) Barito di bantaran Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) untuk pindah sampai awal Maret 2018.
"Hari ini, ada rapat bersama antara kami, paguyuban PKL, polsek, koramil, kecamatan, dan kelurahan. Pedagang sepakat membongkar sendiri sampai 4 Maret 2018," kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto di Semarang, Selasa.
Para PKL Barito sebelumnya sudah diberikan tenggat waktu sampai akhir Februari 2018 untuk pindah ke Pasar Klithikan Penggaron Semarang, kemudian pada 1 Maret 2018 akan dilakukan pembongkaran lapak oleh Dinas Perdagangan.
Namun, kata dia, para PKL Barito yang belum pindah sepakat untuk membongkar sendiri kiosnya sampai 4 Maret 2018 sehingga rencana pembongkaran lapak pada 1 Maret mendatang dibatalkan menunggu komitmen para pedagang.
"Jika sampai 4 Maret nanti kios yang ada di Jalan Barito, di Kelurahan Rejosari masih berdiri maka kami akan langsung melakukan pembongkaran. Batas waktu yang diberikan sudah cukup bagi pedagang untuk membongkar kios," katanya.
Menurut dia, relokasi pedagang dari bantaran Sungai BKT Semarang sangat berpengaruh dengan program normalisasi sungai tersebut yang dilaksanakan oleh pusat sehingga diharapkan kesadaran pedagang untuk segera pindah.
"Kami juga dikejar target harus segera mengosongkan bantaran Sungai BKT. Kalau ini molor terus akan mengganggu proses-proses yang lainnya. Makanya, kami minta pedagang segera pindah," katanya.
Mengenai permintaan PKL agar tempat relokasi yang sekarang disebut juga dengan Pasar Barito Baru dibenahi, Fajar mengatakan sudah dilakukan secara bertahap, antara lain perataan dan pengerasan tanah.
"Kalau untuk pengaspalan dan pavingisasi belum bisa dikerjakan dalam waktu dekat. Kan harus melalui lelang. Ada anggaran Rp50 miliar untuk penyempurnaan, termasuk jalan. Proyeknya sudah masuk lelang Maret 2018," katanya.
Meski demikian, Fajar mengapresiasi sejumlah pedagang Barito yang sudah mulai menata lapak di Pasar Barito Baru yang diharapkan bisa diikuti para pedagang agar semua pedagang bisa segera menempati tempat relokasi.
Salah satu pedagang Barito yang sudah menempati pasar baru, Suntoro (51) yakin tidak perlu waktu lama Pasar Barito Baru akan ramai seperti tempat berdagang semula jika seluruh pedagang sudah menempati lokasi tersebut.
"Sudah mulai banyak pedagang yang menata lapaknya untuk pindah ke sini. Saya yakin tidak lama lagi tempat ini juga ramai seperti di Barito. Dulu, Barito kan satu tahun berdiri sudah ramai," kata pedagang aksesoris motor itu.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
