Delapan mahasiswa Untidar Magelang PKL di Malaysia

id rektor untidar,universitas tidar

Delapan mahasiswa Untidar Magelang PKL di Malaysia

Rektor Untidar Cahyo Yusuf (kanan) melepas delapan mahasiswa magang internasional di Malaysia, Kamis (8/2). (Foto: Dokumen Humas Untidar).

Magelang (Antaranews Jateng) - Sebanyak delapan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tidar Kota Magelang, Jawa Tengah melakukan praktik kerja lapangan di Malaysia.

Dekan FKIP Untidar Sukarno dalam keterangan yang diterima di Magelang, Jumat, mengatakan program PKL internasional tersebut sebagai implementasi mata kuliah English for Children Program Pendidikan Bahasa Inggris di perguruan tinggi negeri tersebut.

"EFC merupakan salah satu mata kuliah dalam kurikulum Prodi PBI FKIP yang fokus pada pengajaran Bahasa Inggris kepada anak-anak," katanya.

Sebanyak delapan mahasiswa yang mengikuti praktik tersebut, yakni Ines Miftakhuljanah, Linda Putri Sulistiyana, Bunga Umi Luthfiyani, Rasyda Imadita, Sholikhah Dwi Astuti, Indah Fitriliany, Shrily Hapsari Winahyu Lestari, dan Nurul Dwi Astari.

Mereka telah melalui proses seleksi yang antara lain berupa sosialisasi, pendataan, dan tes. Untuk lolos seleksi tersebut, dari sisi akademik, mahasiswa harus memiliki nilai indeks prestasi kumulatif lebih dari 3,50.

Ia menjelaskan PKL atau magang internasional dilaksanakan di dua sekolah setingkat taman kanak-kanak, yaitu Tabika KEMAS Bandar Sungai Buaya 1 dan 2, Selangor, Malaysia.

Kegiatan tersebut dijalani para mahasiswa selama kurang lebih satu bulan, mulai 11 Februari hingga 10 Maret 2018.

Ia menjelaskan bahwa PKL EFC merupakan satu di antara empat program FKIP Untidar untuk mengembangkan potensi dan memperluas wawasan internasional mahasiswa.

"Sebelumnya telah dilaksanakan program pengalaman lapangan, praktik jurnalistik, dan magang English for Tourism, juga di Malaysia," katanya.

Rektor Untidar Cahyo Yusuf mengharapkan mereka menemukan atau membuat model pembelajaran "cross cultural" antara Indonesia dan Malaysia, berdasarkan pengalaman sebulan mengajar di Malaysia.

Ia mengemukakan tentang manfaat praktik tersebut untuk pengembangan diri mahasiswa dalam pengajaran Bahasa Inggris bagi anak-anak.

Para mahasiswa, ujarnya, akan mengimplementasikan berbagai metode pengajaran Bahasa Inggris bagi anak yang sudah dipelajari saat menempuh mata kuliah Children Language Teaching Methodology dan Program Development.

Melalui kegiatan itu, katanya, mereka juga bisa membandingkan pembelajaran Bahasa Inggris di Indonesia dan Malaysia.

Pada kesempatan itu, Rektor Yusuf juga mengharapkan bahwa program kerja sama dengan pihak Malaysia itu memberikan dampak positif bagi perkembangan program studi di Untidar, khususnya terkait dengan akreditasi dari sisi kontribusi mahasiswa dalam kancah internasional.
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar