Logo Header Antaranews Jateng

Pati surplus beras 283.164 ton

Kamis, 28 Desember 2017 17:16 WIB
Image Print
Sejumlah pekerja tengah memasukkan batang padi ke dalam mesin pemanen di Desa Kedungsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Kamis (28/12). Kabupaten Pati sebagai salah satu daerah penyangga pangan pada tahun 2017 mengalami surplus 283.164 ton dari total produksi sebanyak 396.748 ton. (Foto: Akhmad Nazaruddin Lathif)

Pati, (Antaranews Jateng) - Produksi beras di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, selama 2017 mencapai 396.748 ton, sementara volume konsumsi beras di daerah ini sebanyak 113.584 ton sehingga surplus 283.164 ton.


Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kabupaten Pati Muchtar Efendi di Pati, Kamis, mengatakan konsumsi beras setiap keluarga per kapita sebesar 88,74 kilogram, sedangkan jumlah penduduknya 1,279 juta jiwa.

Dengan demikian, lanjut dia, total konsumsi beras di Kabupaten Pati sebanyak 113.584 ton.

Untuk luas panen di Kabupaten Pati, kata dia, seluas 108.834 hektare dengan tingkat produktivitas 57,67 kuintal per hektarenya.

Dengan demikian, kata dia, ketersediaan pangan di Kabupaten Pati tersedia dalam jumlah aman, mengingat stok beras yang dimiliki masyarakat juga belum termasuk dalam penghitungan.

"Jika ada pemberitaan bahwa saat ini mengalami kekurangan pangan dan perlu impor, tentu tidak benar," ujarnya.

Apalagi, lanjut dia, di Kabupaten Pati saja saat ini mengalami surplus produksi beras.

Oleh karena itu, kata dia, Kabupaten Pati tidak perlu diragukan lagi sebagai salah satu daerah penyangga ketahanan pangan.

Terkait adanya kenaikan harga jual beras di pasaran, kata dia, kenaikannya masih dalam tahap wajar.

"Biarlah kenaikan harga jual beras tersebut dinikmati para petani, karena masyarakat juga masih bisa menjangkau harga jual beras di pasaran," ujarnya.

Ia memperkirakan, pada bulan Januari 2018 beberapa daerah di Kabupaten Pati justru akan mengalami panen raya, sehingga bisa menstabilkan harga jual beras di pasaran.

Dalam meningkatkan kemajuan pertanian di Kabupaten Pati, kata Haryanto, Pemkab Pati juga menjalin kerja sama dengan Kodim 0718/Pati.

Kerja sama tersebut, kata dia, salah satunya dilakukan dalam menciptakan lahan yang semula tidak produktif menjadi produktif.

Sementara itu, Komandan Kodim 0718/Pati Letkol Arm Arief Darmawan mengungkapkan, bahwa selama ini yang dikerjakan selalu berdampingan dengan dinas pertanian setempat dalam rangka mensukseskan program swasembada pangan.

Apalagi, lanjut dia, hal itu merupakan bagian dari ketahanan pangan nasional.

"Jajaran Kodim Pati dalam melaksanakan tugasnya dilakukan setiap waktu dan monitoring bersama-sama dengan dinas terkait," ujarnya.

Ia mengatakan, kerja sama dengan pemkab tersebut melibatkan hampir semua Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang tersebar di 21 Koramil di Kabupaten Pati.

Keterlibatan Babinsa, kata dia, dimulai dari penyuluhan, tanam dan panen dengan didampingi jajaran Dinas Pertanian Pati.



Pewarta:
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2026