Gelombang bersahabat, penyeberangan Jepara-Karimunjawa kembali normal

id kapal karimunjawa

Gelombang bersahabat, penyeberangan Jepara-Karimunjawa kembali normal

Ilustrasi- kapal karimunjawa Kapal Motor Express Bahari saat bersandar di Pelabuhan Jepara, Jawa Tengah, ketika cuaca masih bagus. Kini kapal tersebut belum bisa beroperasi karena cuaca laut yang tidak mendukung, Rabu (20/12/2017). (Foto: Akhmad Nazaruddin Lathif)

Jepara, (Antaranews Jateng) - Aktivitas kapal motor penumpang yang melayani penyeberangan dari Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menuju Pulau Karimunjawa mulai normal, setelah lima hari sempat berhenti operasi akibat gelombang tinggi.


"Hari ini (Rabu,23/12) pukul 07.00 WIB KMP Siginjai sudah mulai diberangkatkan dari Pelabuhan Jepara menuju Karimunjawa karena cuaca di laut Jepara cukup mendukung," kata Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Jepara Suripto di Jepara, Sabtu.


KMP Siginjai tersebut, lanjut dia, mengangkut 260 penumpang.


Selain itu, kata dia, kapal tersebut juga mengangkut 54 sepeda motor, empat unir mobil dan lima unit mobil truk.


Mobil truk tersebut, lanjut dia, mengangkut bahan material bangunan serta kebutuhan pokok masyarakat yang total beratnya ditaksir mencapai 40-an ton.


Sementara KM Cepat Express Bahari, kata dia, hari ini (23/12) juga diberangkatkan dari Pelabuhan Jepara menuju Karimunjawa dengan mengangkut 410 penumpang.


KMC Express Bahari tersebut, kata Suripto, diberangkatkan pada pukul 11.30 WIB.


Sebelumnya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga telah mengeluarkan peringatan cuaca buruk.


Sementara prakiraan cuaca hari ini (23/12), untuk perairan Kepulauan Karimunjawa ketinggian gelombangnya antara 0,5-0,75 meter dengan kecepatan angin 2-15 knot.


Untuk perairan Utara Jawa Tengah ketinggian gelombangnya juga sama antara 0,5-0,75 meter dengan kecepatan angin 2-15 knot, sedangkan laut jawa bagian tengah ketinggian gelombangnya berkisar 0,5-1,25 meter dengan kecepatan angin antara 2-20 knot.


BMKG juga memberikan penjelasan bahwa wilayah perairan Selatan Kalimantan Tengah, Perairan Kepulauan Karimunjawa dan Perairan Utara Jateng kondisinya berawan dan berpeluang hujan.


Penghentian aktivitas pelayaran di wilayah Jepara sendiri dimulai sejak Senin (18/12) karena ketinggian gelombang di laut mencapai 2,5 meter, sedangkan kecepatan anginnya mencapai 25 knot.


Penutupan Pelabuhan Jepara tersebut, tercatat sudah dua kali karena pada 28 November 2017 juga ditutup sementara dan baru dibuka kembali pada 3 Desember 2017 lantaran cuaca laut normal kembali, kemudian dilanjutkan pada 18 Desember 2017 dan baru dibuka hari ini (23/12) karena cuaca laut kembali normal.
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar