132 atlet ikuti kejurda Muay Thai Jateng

id muay thai,kejuaraan tingkat jateng

132 atlet ikuti kejurda Muay Thai Jateng

Dua atlet muay thai saat bertarung dalam Kejuaraan Muay Thai Tingkat Jawa Tengah di Gedung Samiaji, Purbalingga, Kamis (21/12/2017). (Foto: ANTARAJATENG.COM/Dinkominfo Purbalingga)

Purbalingga, Antaranews Jateng - Sebanyak 132 atlet dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah mengikuti kejuaraan daerah (kejurda) muay thai Jateng yang digelar di Gedung Samiaji, Kabupaten Purbalingga, 21-22 Desember 2017.

"Kami berterima kasih kepada pengurus muay thai Jawa Tengah yang memercayai Purbalingga sebagai tuan rumah. Kami akan jadi tuan rumah yang baik karena ini momentum langka," kata Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Purbalingga Imam Hadi saat membuka kejurda itu di Purbalingga, Jateng, Kamis.

Menurut dia, muay thai merupakan seni bela diri asal Thailand yang tergolong keras namun cukup digemari di Indonesia khususnya Jawa Tengah.

Oleh karena itu, dia meminta peserta untuk menjaga sportivitas karena kemenangan bukanlah tujuan tunggal mengikuti pertandingan.

Akan tetapi, kata dia, semangat persahabatan yang menjunjung tinggi sportivitas harus diutamakan pula.

"Junjung tinggi sportivitas. Prestasi adalah bonus jika sportivitas dan disiplin dijunjung tinggi," tegasnya.

Salah seorang peserta asal Demak, Anis Maghfiroh mengatakan muay thai sudah menjadi gaya hidup sehingga peminat olahraga tersebut meningkat pesat.

Dia mengaku tujuannya untuk mengikuti kejuaraan itu tidak lain untuk menambah jam terbang bertanding.

"Bagi seorang atlet, jam terbang itu penting. Mental dan keterampilan bertanding akan terasah dan prestasi akan mengikuti," katanya

Ketua Panitia Kejuaraan Muay Thai Tingkat Jateng Dedi mengatakan 132 atlet yang mengikuti kejuaraan tersebut berasal dari 21 kabupaten/kota, 17 orang di antaranya dari Purbalingga.

"Saya berharap melalui kejuaraan ini akan ada atlet muay thai berprestasi dari Purbalingga," katanya.
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar