
Banjir di Solo Mulai Surut

Solo, ANTARA JATENG - Banjir yang menggenangi puluhan rumah warga akibat luapan air Sungai Kali Pepe dan Bengawan di Kota Solo, Rabu, hingga pukul 09.30 WIB sudah mulai surut.
Purwo (58) warga RT 02 RW 02 Kampung Karangasem, Kelurahan Gandekan, Kecamatan Jebres, Solo mengatakan banjir di Kelurahan Gandekan Jebres mulai naik pada Selasa (28/11) sekitar pukul 19.00 WIB hingga malam hari, tetapi Rabu sekitar pukul 09.30 WIB mulai surut, dan ketinggian sekitar betis orang dewasa.
"Ketinggian air pada Selasa (28/11) malam hingga sekitar satu meter terutama di daerah cekungan atau kawasan Taman Cerdas di Karangasem, tetapi sekarang surut tinggal sekitar 30 sentimeter," kata Purwo.
Menurut dia, banjir di kawasan Gandekan dampak dari meluap Sungai Kali Pepe atau anak Sungai Bengawan. Pintu air Demangan ditutup karena ketinggian air di Sungai Bengawan lebih tinggi dari Kali Pepe. Namun, mesin pompa air sekarang baru proses perbaikan sehingga air tidak bisa dibuang ke sungai besar.
"Sebagian warga Gandekan kini mulai bersih-bersih dan sebagian masih mengungsi di kantor Kelurahan Gandekan," katanya.
Lurah Gandekan Dariman mengatakan rumah warga Gandekan yang terkena dampak banjir sebanyak 144 kepala keluarga dengan 580 jiwa di Kampung Karangasem yang terparah, Penjalan di RT 01 RW 04 ada 34 KK dengan 136 jiwa.
Menurut Dariman, warga mulai mengungsi ke Kantor Kelurahan Gandekan sejak Selasa (28/11) sekitar pukul 19.00 WIB, tetapi sekarang sebagian sudah kembali ke rumah masing-masing.
"Warga yang masih mengungsi di kantor kelurahan sebanyak 21 orang. Kami sudah menyampaikan surat ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Surakarta untuk didistribusikan bantuan logistik untuk warga yang masih mengungsi," kata Dariman.
Menurut dia, banjir terjadi karena mesin pompa penyedot air di Kali Buntung merupakan anak sungai dari Kali Pepe yang mengalir ke Sungai Bengawan Solo sedang proses perbaikan, sehingga meluap akibat sungai tidak mampu menampung air hujan.
"Kami sudah mengimbau warganya untuk tetap waspada pada musim hujan saat ini. Jika turun hujan berlangsung lama potensi banjir di kawasannya bisa terjadi lagi," kata Dariman.
Banjir akibat meluap air Sungai Bengawan Solo dan anak sungainya mulai menggenangi puluhan rumah warga di empat kelurahan di Kota Solo, Rabu pagi.
Puluhan rumah warga di empat kelurahan di Kecamatan Jebres tersebut, yakni Jebres, Gandekan, Pucangsawit, dan Kampung Sewu. Ketinggian genangan air antara 20-30 sentimeter. Peristiwa terjadi mulai sekitar pukul 04.30 WIB.
Pewarta: Bambang Dwi Marwoto
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
