
Puluhan Polwan Cabuti Paku Kampanyekan Sayang Pohon

Solo, ANTARA JATENG - Puluhan anggota polisi wanita (Polwan) Polres Kota Surakarta melakukan kegiatan sosial dengan mencabuti paku di pohon-pohon sepanjang pinggir jalan kawasan Manahan Solo, Senin, mengkampanyekan gerakan sayang pohon.
Polwan tersebut dengan mengendarai sepeda angin membawa peralatan untuk menyambut paku menyisir mulai dari sepanjang Jalan Menteri Supeno memutar ke Jalan Adi Sujipto kawasan Manahan Solo.
Polwan setelah memarkir sepeda anginnya mereka kemudian mengeluarkan beralatan seperti tang, alat terbuat dari besi untuk mencongkel paku-paku yang banyak tertanam di pohon. Mereka juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang kebetulan melintas agar menyayangi pohon untuk menjaga lingkungan hidup.
Salah satu anggota Polwan Polres Kota Surakarta Brigda Putri mengimbau masyarakat jika ingin memasang iklan di papan yang sudah ditetapkan, dan jangan di tempat yang bukan semestinya seperti pohon-oohon ini.
"Saya meminta masyarakat menempel iklan jangan di pohon. Pohon ini, kasihan jadi kotor akibat ulah orang yang tidak bertanggung jawab," kata Brigda Putri.
Anggota lainnya, Brigda Widi Titis mengatakan kegiatan mencabuti paku di pohon-pohon tersebut hal yang sepele, tetapi hal itu, bentuk dari kepeduliam anggota Polwan terhadap lingkungan hidup.
Menurut Titis pohon tersebut harus hidup untuk menjaga ekosistem alam agar tetap seimbang, maka sayangilah pohon-pohon karena mereka penyedia suplai oksigen mabgi manusia. ," urai Bagian Administrasi Obtek Vital (Bamin Ovit) Polresta Surakarta, Brigpol Widi Titis, salah satu Polwan yang ikut aksi cabut paku pohon.
Selain itu, kata dia, kegiatan tersebut juga dalam rangka bertepatan dengan peringatan Hari Pohon Dunia, pada tanggal 21 November.
Oleh karena itu, para Polwan mengajak masyarakat untuk peduli menjaga kelestarian pohon-pohon di lingkungannya masing-masing agar tetap lestari.
Menurut Perwira Unit Bimas Polsek Banjarsari Ipda Kartini masyarakat tidak sadar jika memasang iklan dengan menempel dengan paku di pohon dapat menyakiti, karena pohon merupakan pohon salah satu makhluk hidup dan habitatnya mengembangkan ekosistem alam.
"Adanya pohon-pohon di daerah perkotaan seperti Solo, berdampak udara lebih sejuk dan bersih," kata Kartini.
Oleh karena itu, pihaknya mengajak masyarakat penduli menjaga dan menyayangi serta jangan memaku pohon. Hal itu, akan memberikan dampak yang luar biasa ke depannya.
Pewarta: Bambang DM
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
