Logo Header Antaranews Jateng

Cuaca Buruk, Nelayan Cilacap Nekat Melaut

Selasa, 17 Oktober 2017 08:59 WIB
Image Print
Ilustrasi - Dua orang nelayan nekat menerjang ombak untuk mencari ikan di Perairan Selatan Cilacap, Jateng, Kamis (5/7/2012). (FOTO ANTARA/Idhad Zakaria/tom/12)

Cilacap, ANTARA JATENG - Para nelayan di pesisir Kabupaten Cilacap nekat melaut meskipun terjadi cuaca buruk di perairan selatan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta sejak dua pekan terakhir.

"Kami tetap melaut untuk mencari ikan meskipun hasil tangkapannya turun drastis," kata Ketua Rukun Nelayan "Pandanarang" Tarmuji di Pantai Teluk Penyu, Cilacap, Jateng Selasa.

Ia mengatakan saat sekarang sebenarnya masih berlangsung masa panen karena berbagai jenis ikan seperti layur, bawal putih, dan udang masih bermunculan di perairan selatan Jateng dan DIY.

Akan tetapi, kata dia, hasil tangkapan yang diperoleh nelayan tidak sebanyak beberapa waktu sebelumnya.

"Hasil tangkapannya turun hingga 60 persen karena nelayan yang melaut harus berpacu dengan cuaca. Mereka melaut jarak dekat ketika cuaca terlihat cerah dan segera mendarat saat mulai mendung," katanya.

Selain sering turun hujan, kata dia, gelombang tinggi sering terjadi di perairan selatan Jateng dan DIY dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut dia, kondisi tersebut hampir seperti tahun 2016 karena setiap hari turun hujan dan sering terjadi gelombang tinggi.

"Tahun 2016 kemarin, kami benar-benar mengalami masa paceklik karena hampir tiap hari turun hujan dan terjadi gelombang tinggi, kalau sekarang masih sempat merasakan masa panen. Cuaca yang sering hujan memang menyulitkan nelayan," katanya.

Ia mengharapkan cuaca segera kembali bersahabat agar nelayan dapat melaut dengan tenang.

"Semoga cuaca kembali kondusif, mumpung masih banyak ikan di laut," ujarnya.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026