
Magelang Tujuan Utama Wisman di Jateng

Masyarakat Borobudur yang sudah mulai menggeliat mengembangkan homestay ini merupakan salah satu jawaban dari kebutuhan yang memang ke depan butul-betul diandalkan
Magelang, ANTARA JATENG - Kabupaten Magelang dan sekitarnya masih menjadi tujuan utama bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Jawa Tengah.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jateng, Urip Sihabudin di Magelang, Sabtu, menyebutkan dari 578 ribu wisatawan mancanegara (wisman) ke Jateng pada 2016 sumbangan terbesar dari Magelang dan sekitarnya.
"Ada 300 ribu lebih wisman tujuan ke Magelang, kemudian sisanya ke Solo dan Semarang serta beberapa daerah lainnya," katanya saat menghadiri peresmian Kampung Homestay Borobudur di Kabupaten Magelang.
Urip menuturkan dari sejumlah wisman tujuan Magelang tersebut, di dalamnya ada kunjungan ke Borobudur sebanyak 276.216 orang.
Menurut dia jumlah kunjungan wisman tersebut masih cukup jauh dari beban yang diberikan Kementerian Pariwisata pada Jateng tahun 2019 sebanyak 1,2 juta wisman.
"Sekarang baru 578 ribu wisman. Dalam tiga tahun ke depan kami harus bekerja keras, terutama para pelaku wisata untuk ikut andil agar target kunjungan 1,2 juta wisman itu bisa tercapai pada 2019," kata Urip.
Tiga Prioritas
Ia mengatakan kebijakan Kementerian Pariwisata untuk mendorong pertumbuhan kunjungan wisman paling tidak ada tiga prioritas yang harus dikembangkan, yakni homestay, digitalisasi, dan akses penerbangan.
Menurut Urip masyarakat di Dusun Ngaran II Desa Borobudur sudah melangkah maju dengan mengembangkan homestay dan digitalisasi dengan peluncuran website www.kampunghomestayborobudur.com.
"Hal ini sungguh luar biasa dan kami mengapresiasi inisiasi seluruh masyarakat di lingkungan Borobudur ini," katanya.
Ia mengatakan perkembangan wisman luar biasa, tidak hanya ingin menonton atau menikmati keindahan alam, tetapi lebih pada edukasi.
"Masyarakat Borobudur yang sudah mulai menggeliat mengembangkan homestay ini merupakan salah satu jawaban dari kebutuhan yang memang ke depan butul-betul diandalkan," kata Urip.
Ia menuturkan beberapa hotel memang sekarang berkembang, tetapi kalau di daerah wisata perlu hati-hati, karena sekarang wisman sudah bergerak ke arah wisata edukasi.
Menurut dia kalau Semarang yang merupakan daerah industri tidak masalah, tetapi begitu pergerakan itu ada di Yogyakarta dan Solo sebetulnya agak mengkhawatirkan, karena wisman bergeraknya lebih pada sisi edukasinya maka homestay merupakan jawabannya.
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
