
Pertumbuhan Ekonomi Jateng Capai 5,18 Persen
Senin, 7 Agustus 2017 21:49 WIB

"Kendati tumbuh 5,18 persen, tapi kalau dibandingkan periode yang sama pada 2016, pertumbuhan ekonomi di Jateng sedikit melambat, artinya kecepatan pembangunan lebih rendah dibandingkan triwulan II-2016 karena saat itu tumbuh 5,71 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah Margo Yuwono di Semarang, Senin.
Menurut dia, melambatnya pertumbuhan ekonomi Jateng saat ini dibandingkan triwulan II-2016 itu karena perekonomian Jateng hanya bertumbuh di sektor pertanian, industri, perdagangan, dan konstruksi.
Dari empat hal itu, yang membuat pertumbuhan ekonomi Jateng tahun ini sedikit melambat karena di sektor pertanian ada pergeseran waktu panen raya.
"Terjadi pergeseran panen, yang dulu jatuh di triwulan II, sekarang di triwulan I atau maju, akibatnya pada triwulan II menjadi sedikit pelambatan untuk pertanian," ujarnya.
Kalau empat sektor itu dipertahankan, Margo optimistis pertumbuhan ekonomi di Jateng akan semakin bagus.
Ia menyebutkan, dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh kategori informasi dan komunikasi sebesar 13,15 persen, sedangkan sumber pertumbuhan utama dari kategori industri pengolahan 1,83 persen, sedangkan dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh pengeluaran konsumsi LNPRT 6,19 persen dengan sumber pertumbuhan utama pengeluaran konsumsi rumah tangga 2,88 persen.
"Jika dilihat `quarter to quarter` triwulan II-2017 terhadap triwulan I-2017 tumbuh 3 persen yang dipengaruhi adanya perayaan Hari Raya Idul Fitri serta libur kenaikan kelas yang bertepatan pada bulan Juni 2017," katanya.
Struktur ekonomi Jateng pada triwulan II-2017 didominasi kategori industri pengolahan yang mencapai 34,97 persen, pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 14,36 persen, serta perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil, dan sepeda motor 13,74 persen, sedangkan dari sisi pengeluaran masih didominasi komponen pengeluaran rumah tangga 60,85 persen.
Pewarta: Wisnu Adhi N.
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
