
Puluhan Siswa Jateng Diajak Kenali Budaya Bengkulu

Semarang, ANTARA JATENG - Sebanyak 41 siswa sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat di Jawa Tengah diajak mengenali budaya dan kearifan lokal Bengkulu dalam program "Siswa Mengenal Nusantara" 2017.
"Mereka ini terpilih sebagai yang terbaik di sekolahnya untuk mewakili Jateng," kata Vice President CSR and SMEPP PT Pertamina (Persero) Agus Mashud S Asngari di Semarang, Sabtu malam.
Hal tersebut diungkapkannya di sela pembekalan 41 peserta SMN yang mewakili Jateng di Hotel All Stay Semarang, sebelum diberangkatkan ke Bengkulu menjalani program SMN selama tujuh hari.
Program SMN merupakan program pertukaran siswa antarprovinsi yang diinisiasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dilaksanakan oleh jajaran BUMN di bawahnya.
Kali ini, lima BUMN bekerja sama, yakni PT Pertamina, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX, PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), PT Tamn Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, serta PT Bahana.
Agus menjelaskan seleksi peserta SMN dilakukan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng untuk menyaring siswa-siswa yang pintr secara akademis dan berasal dari keluarga kurang mampu.
"Kenapa? Kami ingin memberikan kesempatan kepada mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu untuk mengeksplorasi apa saja yang bisa ditemukan di daerah lain di nusantara ini," katanya.
Tentunya, kata dia, program SMN bisa semakin memupuk rasa nasionalisme dan cinta NKRI, sekaligus kebudayaan dan nilai kearifan lokal daerah lain yang belum pernah mereka temui dan pelajari.
"Dari 41 peserta ini mewakili masing-masing kabupaten/kota di Jateng. Mereka akan melihat kearifan lokal masyarakat daerah lain sehingga kepekaan sosialnya juga akan tumbuh," kata Agus.
Direktur PT KIW Slamet Wahyu Hidayat menjelaskan program SMN di Jateng sudah berjalan ketiga kalinya, diawali pengiriman kontingen ke Kalimantan, Nusa Tenggara Timur, dan tahun ini ke Bengkulu.
"Kami telah melakukan serangkaian seleksi dan terpilih 41 siswa. Ini merupakan kesempatan mereka untuk mengenal apa saja, budaya, wisata, kuliner, dan sebagainya dari masyarakat Bengkulu," katanya.
Sementara itu, Ahmad Husain (17) dari SMK Negeri Jateng, Semarang, yang berasal dari Pemalang mengaku bangga bisa menjadi duta Jateng yang dikirim mengikuti program SMN tahun ini ke Bengkulu.
"Ya, seperti mimpi. Saya memang ingin mengenal dan bertemu masyarakat dari berbagai daerah. Dari sekolah saya, ada lima yang dikirim. Mewakili Pemalang, Temanggung, Semarang, Cilacap, dan Surakarta," katanya.
Dari 41 siswa yang mewakili Jateng itu, dua siswa di antaranya berkebutuhan khusus, yakni penyandang tunarungu dan tungrahita yang berasal dari SMA Luar Biasa Surakarta.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
