
Pasokan Minim, Harga Garam Dapur di Purwokerto Melonjak

Purwokerto, ANTARA JATENG - Harga garam dapur di sejumlah pasar tradisional kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, melonjak drastis akibat minimnya pasokan dari sentra produksi garam.
Di Pasar Manis, Purwokerto, Kamis, harga garam dapur halus naik dari Rp7.500 per bal isi 20 kantong menjadi Rp13.000 per bal isi 20 bungkus.
Sementara garam dapur kotak naik dari Rp5.000 per kantong isi 20 biji menjadi Rp7.000-Rp8.000 per kantong isi 20 biji.
Salah seorang pedagang bumbu dapur, Santi mengatakan kenaikan harga garam dapur terjadi sejak Lebaran.
"Harga garam halus dari pedagang besar sekarang mencapai Rp10.500 per bal isi 20 kantong, kalau saya jual untuk bakul sebesar Rp13.000 per bal sedangkan harga eceran Rp750 per bungkus," katanya.
Sebelum terjadi kenaikan, kata dia, harga garam halus eceran hanya sebesar Rp1.000 per tiga bungkus kemudian naik menjadi Rp500 per bungkus dan sekarang Rp750 per bungkus.
Sementara untuk harga garam kotak, kata dia, naik dari Rp5.000 per kantong isi 20 biji menjadi Rp7.000-Rp8.000 per kantong isi 20 biji.
"Terakhir saya jual Rp7.000 per kantong tapi sekarang tidak lagi karena selain konsumen lebih memilih garam halus, pasokan garam kotak juga minim," katanya.
Ia mengatakan berdasarkan pemberitaan, kenaikan harga garam dapur disebabkan minimnya pasokan dari sentra penghasil garam rakyat karena petaninya banyak yang belum memasuki masa panen serta adanya gangguan cuaca.
"Meskipun harganya naik, konsumen bisa memaklumi dan tidak beralih ke garam krosok atau garam tidak beryodium yang biasa digunakan untuk membuat telur asin. Kebetulan di sini tidak ada yang jualan garam krosok karena pedagang dan konsumen telah menyadari kalau garam krosok tidak baik untuk kesehatan," katanya.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banyumas Wahyu Adhi Febrianto mengakui adanya kenaikan harga garam yang cukup signifikan di pasaran.
Menurut dia, pihaknya akan segera mengumpulkan seluruh kepala pasar untuk membahas kenaikan harga garam dapur tersebut.
"Namun yang perlu diantisipasi adalah beredaranya garam krosok di tengah-tengah kenaikan harga garam dapur. Jangan sampai masyarakat menggunakan garam krosok untuk memasak karena tidak baik bagi kesehatan," katanya.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
