
14 Bus Trans Semarang Tak Lolos Uji Emisi

Semarang, ANTARA JATENG - Setidaknya 14 armada BRT (Bus Rapid Transit) Trans Semarang dari sekitar 25 armada yang diinspeksi mendadak (sidak) tak lolos uji emisi.
"Kami lakukan cek terhadap kurang lebih 25 kendaraan, mulai Koridor I sampai V," kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha BLU Trans Semarang Ade Bhakti di Semarang, Jumat.
Hal itu diungkapkannya di sela uji emisi terhadap armada Trans Semarang yang dilakukan Dinas Perhubungan Kota Semarang di dekat Shelter Jalan Pemuda Semarang.
Uji emisi itu, kata Ade, mengacu pada peraturan Menteri Lingkungan Hidup mengenai emisi gas buang yang kepekatannya maksimal ditoleransi 70 persen.
"Jadi, bus dengan tahun pembuatan 2010 ke sini batas maksimalnya di angka 70 persen. Ternyata, ada yang di atas 70 persen. Bahkan, ada yang sampai 99 persen," katanya.
Bus-bus yang melebihi toleransi kepekatan emisi itu dinyatakan tidak lolos, kata dia, sehingga diberikan rekomendasi kepada operator koridor untuk memperbaiki mesinnya.
Ada pula, kata dia, bus yang sebenarnya lolos meski angkanya tipis, yakni 69 persen juga tetap disarankan kepada operator untuk membenahi kondisi mesinnya.
"Kami temukan juga bus Koridor V yang termasuk armada baru yang diluncurkan Maret lalu. Namun, kepekatan emisi gas buangnya 74 persen. Ini berarti perawatannya," katanya.
Tak hanya uji emisi, pada sidak itu ditemukan pula bus-bus yang kurang memenuhi standar kelengkapan, seperti knalpot yang dipindah ke samping dari semula di belakang.
"Ya, katanya karena lewat daerah rob makanya knalpot dipindah. Namun, sekarang sudah tidak rob sehingga kami minta operator mengembalikan sesuai posisi semula," katanya.
Sementara itu, Kepala Dishub Kota Semarang Muhammad Khadik menjelaskan sidak itu merupakan upaya pengecekan rutin terhadap kelaikan operasional armada Trans Semarang.
Operasional Trans Semarang di masing-masing koridor diserahkan kepada operator, sementara manajemen ditangani BLU Trans Semarang yang berada di bawah Dishub Kota Semarang.
Setidaknya, kata dia, evaluasi terhadap kelaikan operasional Trans Semarang dilakukan setiap tiga bulan untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat pengguna Trans Semarang.
"Hasil pemeriksaan ini akan jadi bahan evaluasi kami untuk menilai kinerja operator. Oprator yang kedapatan tidak merawat armadanya akan kami tegur," tegasnya.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
